KUALA LUMPUR – Pemerintah Aceh didesak bantu biaya pemulangan Khalidin TKI asal Aceh yang sudah 10 hari menderita sakit.

“Khalidin yang sudah 3 tahun menetap di Malaysia saat ini dirawat di Hospital Serdang Kajang Kuala Lumpur Malaysia, ia mengidap penyakit TBC,” demikian disampaikan oleh Direktur Gerakan Aceh Nusantara (GAN) Ikhsan Nurdin pada Minggu 21 Mei 2017.

Katanya, Khalidin bekerja sebagai pembantu kantin sebuah warung di Malaysia membutuhkan biaya pengobatan sekitar 11.000 RM (sekitar 33.000.000) agar bisa kembali ke kampung halaman.

“Saya sudah coba melobi KBRI tapi sangat rumit membutuhkan proses yang panjang dan sulit,” lanjut pria asal Kandang Lhokseumawe tersebut.

Ikhsan Nurdin juga mengatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah Aceh dari Dinas Sosial yang saat ini berada di Malaysia tapi mereka tidak mau bertemu dan terkesan lepas tangan.

“Tadi saya sudah hubungi kelima perwakilan yang dikirim oleh Gubernur Aceh, namun mereka terkesan lepas dari tanggung jawab, seolah-olah kami meminta bantuan pribadi mereka, padahal hanya meminta mereka supaya melobi KBRI agar proses pemulangan dan jaminan biaya tunggakan serta biaya pengobatan,” jelas Nek Kandang.

Lanjutnya lagi, saat ini keluarga Khalidin sudah 3 hari berada di Malaysia, sedangkan biaya selama ia dirawat diperoleh dari swadaya warga Aceh di Malaysia.

“Uluran bantuan pemerintah sangat dibutuhkan untuk meringankan biaya pengobatan dan proses pemulangan Khalidin,” lanjutnya.

Ia berharap untuk ke depan Pemerintah Aceh supaya mengirimkan utusan yang bisa bekerja sama dan peduli terhadap warga Aceh karena mereka menggunakan anggaran APBA.

“Kalau mereka datang ke sini untuk melancong lebih baik tidak usah dikirim, karna hanya menghabiskan uang negara saja,” pungkasnya.[] (rel)