TAKENGON – Anggota DPR Aceh dari wilayah tengah, Adam Muchlis Arifin, mendesak Gubernur Aceh untuk segera menangani konflik gajah yang terjadi di pedalaman perbatasan antara Bener Meriah-Aceh Tengah-Bireun dan Pidie Jaya. Selama ini dia mengaku telah melakukan koordinasi dengan para pihak terkait penanganan konflik gajah tersebut.
“Kita mendesak Gubernur Aceh supaya segera mendudukkan ke empat bupati itu agar segera menyelesaikan konflik gajah yang telah berkepanjangan,” kata politisi Partai Aceh itu kepada portalsatu.com di Takengon, Minggu, 10 Januari 2016.
“Ini kewajiban Pemerintah Aceh, barang tentu penanganan itu membutuhkan biaya besar,” ujarnya lagi.
Menurutnya konflik ini dipicu oleh terganggunya habitat satwa liar ini akibat aktivitas manusia. Dia mengatakan salah satu solusi menangani konflik ini adalah dengan membentuk beberapa kawasan untuk dijadikan satwa baru bagi kelompok gajah.
Adam mengatakan penanganan secara cepat dan tepat diperlukan agar amukan kelompok gajah tidak menimbulkan korban berkelanjutan.
Saat ini habitat gajah liar dengan penduduk di pedalaman sangat dekat. Jarak tersebut hanya dipisah oleh alur sungai Peusangan.
“Jadi kondisi sekarang memang sangat mengkhawatirkan. Tidak menutup kemungkinan jika penanganan terlambat akan menelan korban jiwa,” ujar Wakil Ketua Komisi V itu.[](bna)



