BANDA ACEH – Forum Solidaritas Rakyat Aceh (Forsira) menginginkan Pemerintah Aceh untuk lebih serius menyikapi penangkapan YU, 20 tahun, mahasiswi asal Pidie di Turki. YU diduga terkait dengan jaringan Fethullah Gülen, yang dituding sebagai dalang kudeta militer di Turki.

Hal ini disampaikan Mursal selaku Koordinator Forsira saat beraudiensi dengan Pemerintah Aceh di Kantor Humas Setda Provinsi Aceh, Senin, 22 Agustus 2016.

“Kami ingin mendengar secara langsung keseriusan Pemerintah Aceh dalam mengikuti perkembangan tertangkapnya mahasiswi asal Aceh di Turki,” kata Mursal.

Dia mengatakan hingga kini belum ada informasi jelas dari Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Pemerintah Aceh terkait nasib YU di Turki. Mereka juga tidak mengetahui bagaimana kondisi mahasiswi asal Pidie penerima beasiswa Pasiad tersebut.

“Kami terus mengawal dan mengawasi kasus ini hingga mahasiswi yang ditangkap oleh otoritas Turki dibebaskan,” katanya.

Dia juga meminta Pemerintah Aceh untuk lebih intens mengikuti perkembangan kasus ini.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Frans Dellian mengatakan pihaknya telah menghubungi Kemenlu RI untuk mengetahui kondisi YU. Namun hingga sekarang Pemerintah Aceh belum mendapatkan informasi resmi dari Kemenlu RI pasca ditangkapnya YU di rumah kontrakannya tersebut.

“Kita tidak bisa mengambil tindakan apa-apa lantaran Kemenlu RI yang lebih berwenang dalam permasalahan tersebut,” kata Frans Dellian.

Sementara untuk orangtua YU, Frans menyebutkan, “sudah ditangani Pemerintah Kabupaten Pidie.”[](bna)