Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaPemerintah Diminta Hentikan...

Pemerintah Diminta Hentikan Proyek Pembuangan Limbah ke Gampong Jawa

BANDA ACEH – Komunitas Peusaba dan Komandan Al Asyi meminta pemerintah menghentikan proyek pembuangan limbah di kompleks Darul Makmur, Gampong Jawa. Mereka juga mengaku kecewa dengan tindakan tersebut.

Ketua Peusaba, Mawardi Usman, menyebutkan di daerah tersebut dulunya merupakan titik nol Kerajaan Aceh Darussalam. Kawasan ini juga diperkirakan sudah berusia 800 tahun.

“Bahkan ada makam yang dipindahkan karena pembangunan proyek pembuangan limbah tinja. Ini sangat disayangkan dan memukul harga diri orang Aceh yang hidup dengan kebanggaan sejarahnya,” kata Mawardi Usman, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Kamis, 13 Juli 2017.

Mawardi bersama Tuanku Waroul Walidin selaku pimpinan Komandan (Komando Aneuk Muda Alam Peudeung) Al Asyi, dan juga Murtadha, Ketua Komunitas Seuramoe Pasee, baru saja mengunjungi lokasi tersebut.

“Kita akan malu kepada dunia karena menjadikan situs tempat sejarah besar Aceh sebagai tempat pembuangan limbah tinja,” ujarnya lagi.

Peusaba meminta kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menghentikan proyek tersebut secepatnya. Pihaknya juga meminta otoritas terkait untuk mencari lokasi baru tempat pembuangan limbah.

Di sisi lain, kata dia, sambungan pipa dari Peuniti ke Gampong Jawa dikhawatirkan akan mengenai dan merusak banyak situs sejarah. Untuk itu dia sangat berharap pemimpin di Aceh agar sering berkomunikasi dengan alim ulama, cerdik pandai, dan budayawan di Aceh dalam menyetujui sebuah proyek.

“Sebab itulah yang dilakukan oleh pendahulu orang Aceh hingga masa yang akan datang,” ujarnya.[]

Baca juga: