BANDA ACEH – Pemerintah Aceh Diminta menambah jam pelajaran dalam kurikulum, dan menerbitkan buku pelajaran sejarah Aceh untuk sekolah dasar dan menengah sebagai mata pelajaran pokok.
Demikian kata mahasiswa pascasarjana bidang Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Medan, Zahraini Zainal, di Banda Aceh, Senin, 17 Juli 2017. Zahraini mengatakan, penambahan mata pelajaran sejarah tersebut diperlukan supaya anak-anak mengenal sejarah dan kebudayaan yang ada di lingkungannya.
“Sejarah akan menjadi contoh pijakan atau perbandingan sikap bagi anak-anak dalam menjalankan kehidupannya sekarang. Hal itu juga akan mencegah masuknya pengaruh negatif dari luar kepada mereka, disebabkan mereka menyadari bahwa nenek moyang memiliki khas sendiri dan punya tempat penting dalam peta peradaban dunia di zamannya,” kata Zahraini yang juga pengajar di STKIP BBG Banda Aceh.
Zahraini mengatakan, dalam melahirkan buku sejarah untuk pelajaran tersebut, pemerintah perlu melibatkan peneliti dari pihak sipil dan pakar sejarah yang ada.
“Gubernur Aceh dan jajarannya yang terkait bidang pendidikan perlu segera mengeluarkan kebijakan tentang pelajaran sejarah tersebut, dan melaksanakannya secepat mungkin,” kata Zahraini.[]


