Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
BerandaNewsPemkab Aceh Besar...

Pemkab Aceh Besar Akhirnya Setujui Pembangunan Asrama KABY di Yogya

BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akhirnya menyetujui pembangunan asrama permanen untuk Keluarga Aceh Besar Yogyakarta (KABY). Hal ini disampaikan oleh Ketua KABY, Azhari, S.Sos,. melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Rabu, 13 Januari 2015.

“Pengadaan asrama tersebut diadakan (disetujui-red) karena telah lama didesak oleh masyarakat Aceh Besar di Yogyakarta selama ini tentang habisnya masa sewa asrama KABY pada 2017 mendatang. Terima kasih kepada pengurus KABY 2007-2015 yang telah berusaha keras siang malam tanpa pamrih untuk mewujudkannya,” kata Azhari. 

Ia mengatakan keberadaan asrama permanen KABY ini merupakan kabar gembira untuk seluruh masyarakat Aceh yang ada di Yogyakarta. 

Di sisi lain,  kata dia, KABY selama ini dikenal dengan dua hal. Pertama heterogenitas dan kedua adalah masakan kuah beulangong-nya.

“Walaupun asrama ini di bawah nama komunitas Aceh Besar, namun asrama KABY sejak lama telah menjadi rumah bagi mahasiswa Banda Aceh, Pidie, Lhokseumawe, Nagan Raya, Bireun dan lain sebagainya,” katanya. 

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh Aceh yang telah memberi dana kepada KABY, seperti Tarmizi Karim, Nasir Djamil, Aduen Mukhlis, Fakhrurrazi, dan Farid Wajdi. Azhari mengatakan Asrama KABY turut menjadi destinasi favorit masyarakat Aceh di Yogyakarta menjelang Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Pasalnya, sajian kuah beulangong di asrama ini disebut-sebut mampu mengobati rasa rindu warga Aceh di Yogyakarta terhadap Tanoh Indatu.

“Semoga KABY akan selalu menjadi rumah ‘besar’ bagi komunitas Aceh tanpa memandang dari mana asalnya,” ujar Azhari.

Seperti halnya pada pelaksanaan Maulid Nabi pada Sabtu, 9 Januari 2016 lalu. Pada acara tersebut turut hadir mahasiswa Aceh dari seluruh Pulau Jawa. 

“Ada yang datang dari Malang, Semarang, Bandung, Jakarta, Solo dan ada juga dari Banda Aceh langsung. Acara hari itu juga adanya penampilan ratoh duek dari grup tari Rampoe UGM dan peusijuek pengurus baru KABY,” kata Zakiul Fahmi Jailani, S.Kom, salah satu pengurus KABY.[](bna)

Baca juga: