SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie kembali menerima Sertifikat Bebas Malaria dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Nila A. Moeloek, pada peringatan Hari Malaria Internasional ke-10 yang dipusatkan di Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis 27 April 2017.

Kegiatan yang dipusatkan di lapangan Pelabuhan Perikanan Kota Ternate dari Pemerintah Kabupaten Pidie dihadiri Wakil Bupati, M. Iriawan, SE., didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Pidie Bakhtiar, SKM, M. Kes., dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Turno Junaidi, SKM, MKM.

Menurut Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Pidie, Safrizal, Kamis 27 April 2017 kepada portalsatu.com, Pidie merupakan salah satu dari 7 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapatkan perhargaan Bebas Malaria dari Menteri Kesehatan. “Berdasarkan hasil penilaian Kabupaten Pidie berhasil menekan angka penderita malaria sejak 2016 lalu dan dinilai layak mendapatkan penghargaan tersebut,” kata Kabag Humas.

Penyerahan Sertifikat Bebas Malaria tersebut, lanjut Safrizal, dilakukan langsung Menteri Kesehatan dan diterima Wakil Bupati M. Iriawan pada acara puncak peringatan Hari Malaria Sedunia ke-10.

Penghargaan bagi Kabupaten Pidie diperoleh dengan perjuangan panjang, mengingat sebelumnya Kabupaten Pidie merupakan salah satu daerah endemis malaria, angka kasus malaria masih sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Sejak tahun 2010, Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie melakukan berbagai upaya untuk menemukan kasus dan menangani sehingga berhasil menurunkan angka kasus penyakit dari wabah nyamuk tersebut.

Tidak berhenti disitu saja, lanjut Safrizal, Pada Tahun 2014, Bupati Pidie, menandatangani Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2014 tentang Eliminasi Malaria di Kabupaten Pidie. Berbekal Peraturan Bupati tersebut, Dinas Kesehatan Kab. Pidie melakukan beberapa kegiatan yang mendukung terwujudnya Kabupaten Pidie bebas malaria.

“Advokasi dan Sosialisasi Eliminasi Malaria bagi Lintas Sektor terkait, Peningkatan Kapasitas Petugas Mikroskopis Malaria Puskesmas, Peningkatan Kapasitas bidan desa, melakukan monitoring dan evaluasi program serta penguatan sistem pelaporan dan pendataan merupakan kegiatan yang dilakukan demi terwujudnya daerah bebas malaria,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan menoreh hasil  sangat signifikan bagi Kabupaten Pidie, Tahun 2012 terdapat 82 kasus positif Malaria di Kab. Pidie sedangkan pada tahun 2013 (52 kasus), 2014 (25 kasus), 2015 (5 kasus) dan 2016 (2 kasus tetapi bukan merupakan kasus setempat (indeginous) atau kasus impor.

“Akhir tahun 2016, tim dari Subdit Malaria Kementerian Kesehatan RI melakukan verifikasi ke Kabupaten Pidie. Alhamdulillah hasil yang mereka simpulkan adalah bahwa tidak ada lagi kasus malaria di Kabupaten Pidie, sehingga  ditetapkan sebagai Daerah Eliminasi (bebas) Malaria,” papar Safrizal.[]