BOGOR – Pemerintah Kota Bogor akan menerapkan aplikasi autosensor antipornografi karya mahasiswa IPB yang akan digunakan tahap awal di komputer karyawan dan sekolah.
Rencana ini dibahas dalam pertemuan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dengan tiga mahasiswa IPB yang berhasil menciptakan aplikasi sensor otomatis konten terindikasi pornografi, di Balai Kota, Kamis 16 Juni 2016.
“Dengan inovasi ini, ada ikhtiar dari Pemerintah Kota Bogor terutama bagi para orang tua agar bisa memagari anak-anaknya dalam mengakses internet,” kata Bima.
Menurut Bima, penemuan mahasiswa IPB mendorong Pemerintah Kota Bogor untuk menerapkan inovasi tersebut di sekolah, warnet maupun komputer pegawai.
“Jangka pendek, aplikasi ini perlu terus disempurnakan, sehingga dapat diakses oleh masyarakat dan memiliki pilihan, juga dapat diterapkan ke warnet yang mempunyai komitmen anti-pornografi,” katanya.
Untuk jangka panjang, lanjut Bima, Pemerintah Kota Bogor akan memanfaatkan aplikasi tersebut menjadi laboratorium pengembangan “Smart City”.
Kepala Dinas Pendidikan Edgar Suratman yang mendampingi wali kota mengatakan, aplikasi tersebut dapat digunakan di sekolah-sekolah, sebagai upaya melindungi pelajar dari konten pornografi yang terdapat di internet.
“Kami menunggu fasilitas dari Diskominfo agar aplikasi ini bisa diterapkan di sekolah,” kata Edgar.
Menurut Edgar, aplikasi yang diciptakan mahasiswa IPB menjadi semangat baru bagi pengembangan generasi muda yang kreatif dan inovatif.
“Penerapan aplikasi ini nantinya menjadi salah satu upaya kita mengeliminir penyimpangan perilaku di kalangan remaja,” kata Edgar.
Sementara itu, Yuandri Trisaputra salah satu anggota tim penemu aplikasi autosensor anti-pornografi mengatakan, ada wacana untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota untuk menggunakan aplikasi tersebut di warnet.
“Wali Kota mendukung upaya pengembangan aplikasi ini dan meningkatkan daya dukungnya dengan memanfaatkan laboratorium komputer yang ada di Kominfo,” kata Yuandri.
Yuandri menambahkan, pihaknya siap untuk mendukung penggunaan aplikasi tersebut di tingkat Kota Bogor dengan terus meningkatkan kapasitas dari kemampuan server melakukan sensor dengan jumlah lebih luas.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, tiga mahasiswa Ilmu Komputer IPB yakni Ilham Satyabudi, Yuandri Trisaputra dan Gusti Bimo Marlawanto berhasil menciptakan aplikasi Integrate Porn Autocensor (IPA), yang dapat melakukan sensor otomatis gambar dan teks yang terindikasi pornografi.[]Sumber:inilahkoran.com

