TAKENGON – Aktivis pemuda Gayo Merdeka meminta enam anggota DPR Aceh Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Aceh Tengah dan Bener Meriah mengumumkan secara terbuka penggunaan dana aspirasi mereka.
Transparansi itu dinilai penting untuk menepis kecurigaan publik terhadap pengelolaan dana aspirasi anggota dewan yang diduga rentan dimanfaatkan terhadap kepentingan pribadi. Tuntutan keterbukaan pengelolaan dana aspirasi tersebut, menurut pemuda Gayo, bentuk kontrol sosial terhadap wakil rakyat asal Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Anggota DPR Aceh Dapil 4 jangan alergi dengan kritikan. Kalau memang aspirasi itu sudah sesuai dengan peruntukannya, untuk apa takut paparkan ke publik,” kata salah seorang aktivis pemuda Gayo Merdeka, Yusuf SR melalui telepon selulernya, Sabtu, 21 Oktober 2017.
Dia menilai, anggota DPRA Dapil 4 mulai terusik setelah massa melakukan aksi damai di depan Gedung DPR Aceh pada Kamis lalu. Padahal, kata Yusuf SR, aksi itu hanya sebagai pengingat untuk enam anggota DPRA Dapil 4 untuk terus meningkatkan kinerja dan melakukan terobosan baru demi kesejahteraan masyarakat Aceh dan Gayo khususnya.
Dalam aksi itu, massa dari Gayo dilaporkan juga menuding anggota DPRA Dapil 4 Bardan Sahidi dan Ismaniar menempatkan dana aspirasinya di luar Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Menanggapi hal itu, Bardan Sahidi melalui telepon selulernya menjelaskan, penyaluran dana aspirasi di luar dapil merupakan bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat. Bardan menyebutkan, ia saat ini juga sebagai penggerak Taruna Siaga Bencana (Tagana) Aceh dan Ketua Asosiasi Futsal Aceh.
Sebagai anggota DPRA, kata Bardan, sudah sepatutnya ia menampung aspirasi yang mencakup kepentingan seluruh rakyat Aceh. Menurut dia, pengelolaan program aspirasi merupakan kewenangan dan hak dari setiap anggota dewan, juga dibenarkan untuk ditempatkan di luar dapil dengan landasan kepentingan publik.
Dia mencontohkan, saat gempa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah tahun 2013 silam, sejumlah anggota DPR Aceh dari dapil lain, ikut membantu korban kala itu. Namun, Bardan mengaku, Dapil 4 tetap menjadi prioritas dirinya. “Banyak temen-temen di DPR Aceh saat gempa Ketol juga ikut membantu, jadi apa salahnya jika daerah lain tertimpa musibah, kita juga ikut membantu,” kata Bardan.
Anggota DPRA lainnya dari Dapil 4, Ismaniar mengatakan, kinerja anggota DPRA mencakup seluruh daerah di Aceh. Akan tetapi, kata Ismaniar, Aceh Tengah dan Bener Meriah tetap menjadi prioritas, termasuk soal usulan dana aspirasi.
Ismaniar mengaku pernah melakukan pelatihan makanan khas di Aceh Barat sekaligus pelantikan Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) kabupaten itu dengan menggunakan dana aspirasi senilai Rp70 juta. “Saya ini Ketua Ikaboga Aceh, maka kita tempatkan sedikit aspirasi kita untuk pelaksanaan kegiatan Ikaboga dengan tidak menyampingkan kepentingan wilayah dapil,” ujarnya.
Ismaniar dan Bardan mengaku tetap konsisten memperjuangkan kesejaheraan masyarakat Aceh dan Gayo di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.
Anggota DPRA Dapil 4 Aceh Tengah dan Bener Meriah adalah Ramadhana Lubis (NasDem), Bardan Sahidi (PKS), Ibramsyah (Golkar), Alaidin Abu Abas (Demokrat), Ismaniar (PAN) dan Adam Muhklis Arifin (PA).[]




