SABANG – Proses pemulangan jasad Tatiana Kozyreva, turis Rusia yang meninggal saat menyelam di Sabang, 4 April 2016, masih terkendala lantaran belum terlacaknya keberadaan pihak keluarga korban.

Sejak ditemukan dua hari lalu, hingga kini jasad Tatiana masih terbaring di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. Sementar pihak Imigrasi dan kepolisian bekerja sama dengan Kedutaan Besar Federasi Rusia di Jakarta terus menelusuri keberadaan keluarga dan kerabat Tatiana di Rusia.

Plh. Kepala Imigrasi Kelas II Sabang, Mohammad Hatta kepada portalsatu.com, Rabu, 6 April 2016, siang, menjelaskan, Tatiana masuk ke Indonesia melalui Bandara Kualanamu, Sumatera Utara pada 23 Maret lalu. Turis itu menggunakan fasilitas bebas visa kunjungan wisata yang diberikan kepada 169 negara termasuk Rusia.

“Dia masuk ke Indonesia melalui Kualanamu, 23 Maret kemarin, menggunakan bebas visa kunjungan wisata. Dengan demikian korban dipastikan tidak memiliki penjamin, sehingga kita lakukan dengan alternatif lain melalui kepesertaan asuransinya,” ujar Hatta.

Hatta menyebut sampai saat ini pihaknya bersama kepolisan terus berkoordinasi dengan perwakilan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta guna menunggu keputusan keluarga untuk pemakaman korban, apakah dipulangkan ke negara asalnya atau dimakamkan di Indonesia.

“Hubungan kepolisian dan imigrasi itu sudah berjalan, kita sudah berkomunikasi dengan perwakilan di Konsulat Rusia di Jakarta yaitu Bapak Roman. Namun sampai kini mereka masih melacak apakah dia punya asuransi atau tidak. Nanti mereka yang jadi penghubung ke keluarga apakah akan dimakamkan di Indonesia atau di Rusia,” kata Hatta.

Terkait fungsi keimigrasian, kata Hatta, Imigrasi Kelas II Kota Sabang telah melakukan register perubahan status kematian Tatiana terhadap paspor yang bersangkutan.

“Perubahan status data korban sudah kita selesaikan, namun Imigrasi Sabang terus berusaha maksimal sebagai fasilitator dalam melacak keberadaan orang terdekat Tatiana di negara asalnya,” ujar Hatta.[]