Indonesian Week atau yang sering disebut INA Week adalah serangkaian kegiatan tahunan yang diadakan oleh mahasiswa Indonesia yang sedang menjalankan pendidikan di Universitas Ritsumeikan Asia Pasifik (APU) Jepang.

Tahun ini INA Week diadakan dengan Tema Unravel Indonesia, Journey beyond the Horizon dari tanggal 8 hingga 12 Juli 2019. Pengunjung diajak mengelilingi Indonesia, mulai dari Sum Art ra (Pameran seni budaya Sumater), Tabi (Tales From Bali), Borneo quest (Permainan Mystery of Tribe) dan ditutup dengan pertunjukan grand show Batavia the binoculars of morality.

Selain pertunjukan seni dan budaya, selama INA Week, kantin kampus juga menjual makanan dan minuman khas Indonesia, mulai dari Nasi goreng, Es kacang merah, Bubur Manado, Pisang coklat, Es Palu butung dan Kandoang.

Yang paling ditunggu-tunggu dari INA Week adalah pertunjukan puncak atau malam Grand show yang diadakan pada Jumat malam, karena menyuguhkan berbagai pertunjukan kesenian budaya Indonesia yang dipadu jadi kesatuan cerita. 

Grand show tidak hanya diperuntukan untuk kalangan kampus saja, masyarakat umum yang ingin ikut menonton pertunjukan diperbolehkan masuk ke lokasi pementasan selama memiliki tiket dan sudah teregistrasi di panitia acara secara gratis.

Salah satu pertunjukan di Grand show yang menarik perhatian para penonton adalah Tarian Rapai Geleng dan Ratoh Jaroe yang berasal dari Aceh. Tarian yang memadukan konsentrasi, kekompakan, seni dan doa ini memukau penonton ditampilkan secara baik oleh Team Saman yang dipimpin Muhammad Rizqi Ariffi. Gemuruh tepuk tangan dan riuh penonton tidak henti-hentinya terdengar di sela-sela pertunjukan Tarian Rapai geleng dan Ratoh Jaroe.

Tarian Ratoh Jaroe ditampilkan di INA Week setiap tahunnya, tapi tahun ini dibuat berbeda karena diawali dengan penampilan dari Tarian Rapai Geleng. Rizqi ingin Tarian Rapai Geleng memberi warna baru di INA Week tahun ini sekaligus memperkenalkan kesenian yang berbeda dari Provinsi Aceh yang belum diketahui oleh masyarakat Jepang.

Rizqi berharap ke depannya akan banyak mahasiswa APU dan masyarakat Jepang yang tertarik belajar Tarian Rapai Geleng serta kesenian Aceh lainnya.[]

Penulis: Hijrah Saputra, S.T.

Master Student of Tourism and Hospitality at Ritsumeikan Asia Pacific University

Owner & Founder Piyoh Design & Mister Piyoh

Creative Leader of The Leader (www.the-leader.org)

*Nominator Frans Seda Award 2016
*Marketeer Of The Year Markplus 2015

*Marketeer Techno Start Up Icon 2014

*MDGs Award winner 2013

*Wirausaha Muda Mandiri Creative Industry 2013

*Runner Up My Selangor Story 2013

*Agam Tourism Ambbassador of Provinsi Aceh 2008.