LHOKSEUMAWE Warga Uteunkot, Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Fauzi, menemukan sebuah mortir saat meratakan tanah timbunan badan jalan depan rumahnya, Rabu, 14 Desember 2016, sekitar pukul 10.00 WIB. Penemuan peluru dari meriam kecil itu bikin heboh warga Keude Cunda.
Informasi dihimpun portalsatu.com di lokasi itu, Fauzi yang merupakan akademisi FISIP Unimal meratakan tanah timbunan badan jalan depan rumahnya menggunakan cangkul. Tiba-tiba, cangkul yang ia gunakan menghantam benda keras. Setelah diperiksa, Fauzi menduga benda itu peluru besar atau mortir.
Fauzi lantas memanggil Dahri, 30 tahun, tukang bangunan yang sedang membangun rumah milik Asril, personel Polres Lhokseumawe. Rumah anggota polisi itu berada di sebrang jalan depan rumah Fauzi, dekat tambak. Dahri alias Wak tidak percaya benda itu mortir. Ia mengira benda itu sebuah batu.
Wak kemudian mengambil benda itu dan diletakkan di halaman belakang sebelah kanan rumah Fauzi. Tiba-tiba muncul Asril yang mengecek pembangunan rumahnya. Fauzi menginformasikan penemuan benda itu. Saat Asril melihat Wak sedang memegang benda itu, Asril langsung berteriak agar jangan diketuk-ketuk lagi. Asril menyatakan benda itu merupakan mortir.
Asril meminta Wak meletakkan mortir itu di samping talud jalan agar jauh dari rumah. Ia lantas menghubungi rekannya, personel polisi yang lain. Tidak lama kemudian datang Tim Jibom dari Satuan Brimob Polda Aceh Detasemen B yang bermarkas di Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. Sekitar pukul 11.00 WIB, mortir itu berhasil dievakuasi Tim Jibom.
Melihat para personel polisi memasang garis polisi yang kemudian datang tim Jibom, masyarakat Keude Cunda pun berduyun-duyun merapat ke lokasi itu. Lokasi penemuan mortir itu sekitar 100 meter dari Keude Cunda. Para pengguna kendaraan di Jalan Merdeka jalur keluar dari pusat kota Lhokseumawe ikut menepi untuk melihat proses evakuasi mortir itu oleh Tim Jibom.
Jalan Merdeka itu sempat macet lantaran banyak pengguna kendaraan yang menepi di seputaran mulut lorong menuju lokasi penemuan mortir. Namun, masyarakat hanya dapat melihat proses evakuasi mortir tersebut dari jarak jauh karena dibatasi polisi yang mengamankan lokasi itu.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Muara Dua AKP Ahmad Yani mengatakan, benda diduga mortir itu diamankan ke Markas Brimob di Jeulikat.
Ditemui di lokasi itu usai evakuasi, Kanit Jibom Aiptu Asep membenarkan benda yang ditemukan warga itu merupakan sebuah mortir aktif.[](idg)


