SUKA MAKMUE – Penampakan manusia kerdil dalam sebuah video yang diunggah Fredography masih menimbulkan tanda tanya besar bagi sebagian kalangan. Ada yang menduga manusia kerdil tersebut merupakan Mante (Mantir atau Mythe), manusia Proto Melayu yang sudah berada di Aceh sejak 3000 SM. Namun, ada pula yang meragukan keaslian video tersebut karena Mante diperkirakan telah punah.

Munculnya video ini menjadi sorotan internasional. Pemerintah Aceh bahkan berencana membentuk tim khusus untuk menyelidiki Mante. Begitu pula dengan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, yang memerintahkan timnya menyusuri hutan Aceh Tengah untuk mencari Mante.

Mengenai hal ini, portalsatu.com turut mencoba menelusuri keberadaan Mante di Nagan Raya. Berdasarkan cerita rakyat setempat, mereka mempercayai adanya sesosok makhluk yang menyerupai manusia kerdil hidup di belantara Beutong. Namun, warga lebih mengenal sosok ini dengan sebutan Ginco. 

Menyo tanyoe inoe dikheun jih Ginco, awak yang meubalek gaki (kalau kita disini lebih dikenal dengan sebutan Ginco, kelompok kaki yang terbalik),” kata Marliana, salah satu masyarakat Gampong Beutong saat berbincang dengan Portalsatu.com, Minggu, 2 April 2017.

Berdasarkan penuturan sejarah, sebagian kalangan juga menyebutkan ciri-ciri Mante memiliki kaki terbalik selain berukuran kerdil. Namun untuk hal ini diperlukan penelitian lebih lanjut, karena masih sebatas folklore.

Mariana menceritakan bahwa Ginco pernah membawa anak lelakinya saat sedang menebang pohon di kawasan hutan Beutong. Namanya Firman. 

Wate nyan jih dua ngon si Madi teungoeh di seumeplah, si Pir (Firman) dijak cok ie bak krueng, wate nyan pah Ginco tengoeh bak bineh krueng dijak jip ie, si Pir na di peulingke saboh aki gunung le Ginco (Waktu itu anak saya Firman bersama Madi sedang memotong kayu, si Firman dia mau mengambil air di sungai, ketika itu ada salah satu orang Ginco yang sedang berada di pinggir sungai untuk minum air, anak saya Firman dibawa melewati satu gunung oleh Ginco),” ujar Marliana, mengutip kisah Firman.

Keberadaan Ginco atau Mante ini dibenarkan oleh Nek Din Rimueng, salah satu orang tua di Gampong Rambong, Kecamatan Beutong. 

Menyoe secara informasi, na Ginco inoe, na di Pucok Krueng. Meunyo loen keudroe hana tom ku kalon, tapi menyoe cerita rakyat dari ureung tuha-tuha dipeugah na,” kata pria berusia 80 tahun lebih itu, saat ditemui di kediamannya, Minggu, 2 April 2017.

Namun, berbeda dengan pengakuan Mariana, sang kakek membantah bahwa Ginco ada di hutan Beutong.

“Kalau kawasan hutan Beutong untuk Ginco tidak ada saya dengar, tapi kalau aulia (orang saleh) ada, kalau itu bukan hanya saya dengar tapi ada cutda (kakak) saya yang ikut dalam masa itu,” kata pria yang bernama asli Arifin Nek tersebut.[]