BANDA ACEH – Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Aceh mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2017 yang berlangsung di D ROA Coffee, Banda Aceh, Sabtu, 19 Agustus 2017.
Agenda rutin tahunan ini dibuka Wakil Ketua II KONI Aceh Bachtiar Hasan, mewakili Ketua Harian Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak.
Rapat kerja tersebut diikuti 13 perwakilan dari 15 Pengurus Cabang (Pengcab) IKASI kabupaten/kota di Aceh. Rapat dipimpin Zulfikar (Sekum IKASI Aceh) sebagai ketua, Sekretaris Husaini (Ketu IKASI Aceh Besar), dan anggota oleh Kamaruzzaman (Wakil Ketua Bidang Organisasi IKASI Aceh).
Sebelum Rakerda dimulai, Bachtiar mengingatkan kembali bahwa IKASI Aceh pernah berjaya selama 35 tahun. Selama masa itu, atlet-atlet anggar Aceh menjadi momok bagi atlet dari provinisi lain.
Meski tidak berhasil mendulang medali pada PON Jawa Barat 2016 lalu, kegemilangan anggar Aceh masih bisa dilihat dari terpilihnya salah seorang atlet anggar Aceh mewakili Indonesia di ajang internasional, yaitu SEA Games Malaysia atas nama Fatia Noviza yang turun di nomor degen putri.
Ini artinya kita (IKASI Aceh) masih memiliki potensi untuk kembali bangkit. Mungkin yang perlu ditingkatkan yaitu pada sistem kepelatihannya, kata Bachtiar mengingatkan.
Dengan dilaksanakan Rakerda kali ini, kata Bachtiar, diharapkan akan dapat kembali menempatkan cabang anggar Aceh pada prestasi puncak. Para pengurus harus mengevaluasi kembali kekurangan yang ada selama ini.
Di mana ada kekurangan, mari para pengurus provinsi dengan kabupaten duduk bersama mencari solusi untuk medali di (PON XXI) Papua. Tahun 2019 harus sudah tergambar peta prestasinya.
Zulfikar, selaku pimpinan sidang menyebutkan, Rakerda IKASI Aceh 2017 telah melahirkan beberapa rekomendasi, di antaranya menambah dan merehab sarana dan prasarana latihan, minimal penambahan enam looper (landasan latihan). Kemudian melakukan pembinaan, terutama rekrutmen atlet PPLP, dan meningkatkan kemampuan pelatih serta wasit dengan mengadakan pelatihan dan penataran dengan spesialisasi senjata minimal 70 jam.
Kita juga akan mengupayakan kompetisi tingkat pelajar dan pemula, dan mengikuti Kejurnas 2018, kata Zulifikar seraya menambahkan, Pra-PORA Anggar akan dilaksanakan di Kota Langsa pada 2 hingga 6 November 2017.
Sementara Wakil Ketua IKASI Aceh, M. Nasir, M.P.A. mengatakan, sasaran pokok IKASI Aceh dalam satu tahun ke depan adalah meningkatkan kemampuan atlet dan pelatih, baik di tingkat Pengprov maupun Pengcab.
Selain mengadakan rapat kerja, pada kesempatan tersebut IKASI Aceh juga menyerahkan bantuan alat latihan degen (13 unit), floret (7 unit), dan sabel (22 unit) untuk 13 Pencab yang hadir dalam Rakerda 2017.[] (*sar)




