LHOKSEUMAWE – Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Arya Abdillah, mengatakan, selama ini di Pelabuhan Krueng Geukuh memang tidak ada kegiatan sama sekali. Menurutnya koondisi itu terjadi bukan karena adanya intervensi yang diberikan pihaknya kepada para importir. (Baca: Ratusan Buruh Demo Bea dan Cukai Lhokseumawe)
Menurut kami sepertinya memang tidak ada kegiatan sama sekali, karena memang barangnya tidak ada, kata Arya usai menjumpai pendemo yang datang ke Kantor Bea Cukai, Kamis jelang siang.
Arya mengatakan pihaknya juga tidak mengetahui lebih jauh apa penyebabnya. “Silahkan tanya importirnya,” kata dia.
Arya juga menyebutkan sepanjang ada kegiatan di pelabuhan, pihaknya akan terus bersosialisasi, melayani serta tidak akan pernah menghalangi proses bongkar muat barang di sana. Kami tidak punya hak untuk menghalangi proses tersebut, kata Arya.
Arya juga menegaskan, sorotan buruh dan importir yang mengatakan pihak Bea Cukai selama ini mempersulit mereka tidaklah benar.
Itu tidak ada, jika ada tak mungkin aktivitas sebelumnya berjalan dengan baik. Kalau saja mempersulit, pastinya saat aktivitas perdana kemarin dan seterusnya sudah dikomplain namun baru sekarang saja yang disebutkan begitu, katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan buruh angkut dan sopir truk di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara bersama mahasiswa melakukan aksi demo di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), Jalan Iskandar Muda, Lhokseumawe, Kamis, 19 Mei 2016. Mereka menuntut pihak KPPBC agar tidak mengintervensi pelaku ekspor dan impor di pelabuhan, sebab dapat berdampak terhadap mata pencaharian buruh.
Kami mendesak Bea Cukai untuk tidak menghentikan aktivitas atau melarang kapal impor masuk ke pelabuhan tersebut. Jika itu dilakukan maka perekonomian masyarakat akan turun drastis, kata Fakrurrazi dalam orasinya.[](ihn)



