Selling (Inggris) dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan pejjualan, sedang­kan marketing (Inggris) dipadankan dengan pemasaran.

Secara sepintas, kedua konsep itu seperti tidak berbeda. Akan tetapi, sebenarnya keduanya mempunyai perbedaan yang tajam.

Konsep penjualan dimulai dengan produk yang sudah ada dan perlu dilakukan usaha keras agar tercapai penjualan yang menghasilkan laba.

Konsep pemasaran dimulai dengan sasaran pelanggan perusahaan, kemu­dian memadukan dan mengoordinasikan semua kegiatan yang akan mempe­ngaruhi kepuas­an pelanggan sehingga perusahaan akan men­capai laba melalui upaya penciptaan dengan mempertahankan kepuasan pelanggan itu.

Berikut beberapa istilah yang erat kaitannya dengan penjualan dan pema­saran produk atau jasa.

(1) Retailing (Inggris) dipadankan dengan penjualan (secara) eceran. Semua kegiatan penjualan barang dan jasa untuk pemakaian pribadi/rumah tangga dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir.

(2) Franchising (Inggris) dipadankan dengan waralaba, yakni salah satu tipe ke­pemilikan retailing dengan persetujuan kontrak oleh perusaha­an induk dan perusahaan kecil. Di dalam persetujuan kontrak ter­sebut, perusahaan besar menjamin perusahaan kecil/individu (franchise) akan hak menjalan­kan usaha dalam kondisi tertentu. Salah satu keuntungan membeli franchise adalah pewaralaba tetap inde­penden meskipun tidak sepenuh­nya, tetapi memperoleh manfaat dari nama merek dan pengalaman dari jaringan franchising itu.

(3) Multilevel marketing (MLM) dipadankan dengan pemasaran berting­kat, pemasaran berlapis, pemasaran berjenjang, atau piramida penju­alan. MLM adalah salah satu variasi penjualan produk atau jasa de­ngan cara pe­rekrutan distributor atau usahawan independen dan para distributor ter­sebut bertindak sebagai distributor untuk produk mere­ka.

Selanjutnya, para distributor tersebut akan merekrut dan menjual barang kepada subdistri­butor yang akhirnya subdistributor akan me­rekrut orang lain lagi untuk men­jual produk mereka. Imbalan yang akan diperoleh distributor adalah per­sentase penjualan terhadap total penjualan kelompok yang direkrut distri­butor tersebut. Hal itu ber­arti bahwa setiap distributor memperoleh manfaat dengan mengem­bangkan jaringan seluas-luasnya sehingga memperoleh pendapatan yang dihitung berdasarkan keaktifan jaringannya.[] (*sar)