Kehidupan di dunia ini yang telah kita lakoni tidak luput dari penyesalan. Ada sebuah kisah menarik di dalam kitab Uyunul Akbar.

Disebutkan, Syaqiq Al-Bulkhi mengatakan: “Manusia mengucapakan tiga hal, tetapi mereka benar-benar mengingkari apa yang dicuapkannya itu dalam perbuatannya. Mereka berkata: “Kami adalah hamba-hamba Allah”. Akan tetepi, perbuatan mereka seperti perbuatan orang-orang merdeka. Yang demikian ini adalah pengingkaran atas ucapannya”.

Mereka berkata: “Allah yang menanggung rezeki kami”. Akan tetapi, hati mereka tidak tenang dan tak merasa puas kecuali dengan dunia dan mengumpulkan harta kekayaaan. Ini adalah pengingkaran atas ucapannya. 

Terakhir mereka mengatakan: “Kematian adalah sebuah kepastian”. Namun, perbuatan mereka seolah-olah tidak akan mati. Ini juga sebuah pengingkaran atas ucapan mereka”.

 

Maka renungkanlah wahai saudaraku. Dengan tubuh mana anda akan menghadap ke hadirat Ilahi? Apa yang akan anda katakan, ketika Dia bertanya mengenai sesuatu yang terkecil sampai terbesar?

 

Maka persiapkanlah jawaban yang benar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Takutlah kepada Allah, sesungguhnya Dia maha mengetahui apa yang anda kerjakan, yang baik maupun buruk. Kemudian berilah nasihat kepada orang-orang mukmin agar tidak meninggalkan perintah-Nya, dan hendaklah mengesakan-Nya baik dalam kesunyian maupun keramaian, dalam keadaan suka maupun duka.

 

Nabi Muhammad saw., bersabda: “Tertulis pada tiang arasy: ‘sesungguhnya Aku berkenan untuk mengindahkan orang yang taat kepada-Ku, Aku mencintai orang yang mencintai Aku, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Ku dan Aku mengampuni orang yang memohon ampun kepada-Ku’”.

 

Dalam hidup ini kita menyadari bahwa kelalaian dan kelengahan itu akan membuahkan sebuah penyesalan. Kelalaian akan menghilangkan bermacam kenikmatan dan memudarkan esensial ‘abdun (penghambaan) kepada sang khalik. Bahkan efek dari kelengahan akan menambah perbendaharaan sifat mazmumah (tercela) seperti kedengkian, keaiban dan kekecewaan serta lainnya.


Telah disebutkan dalam sebuah riwayat, ada sebagian orang saleh bermimpi melihat gurunya. Dalam mimpi itu ia bertanya kepada sang guru: “Penyesalah manakah yang terbesar menurut anda?” Sang guru menjawab: “Penyesalah akibat kelengahan”.


Setidaknya kisah dan cerita tentang hasil akhir dari penyesalan akan menambah introspeksi diri kita masing-masing demi perbaikan kehidupan dan hari esok yang lebih baik.

Menarik juga sebuah kisah berikut tentang penyesalan. Diceritakan, ada riwayat yang menyebutkan bahwa sebagian mereka bermimpi melihat Dzun Nun Al-Mishri, lalu ia berkata kepadanya: “Apakah yang diperbuat Allah pada anda?” Dzun nun menjawab: “Dia telah menundukkan aku dihadapan-Nya, lalu berfirman kepadaku: “Hai orang yang berpura-pura, orang yang bohong, anda mengaku cinta kepada-Ku, tapi kemudian anda lengah dari Aku”.[]

Rujukan:Kitab Mukaasyafatul Qulub