LHOKSUKON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara mengusulkan dana sebesar Rp 6 miliar untuk memperbaiki infrastruktur publik yang rusak kepada BNPB Pusat di Jakarta.
Akibat musibah banjir, ada beberapa sarana publik, seperti jembatan, tanggul, tebing sungai dan sejumlah sarana publik lainnya. Dari itu kami berinisiatif mengusulkan ke Pusat untuk memperbaiki beberapa sarana publik yang rusak, kata Kepala BPBD Kabupaten Aceh Utara, Munawar, kepada Portalsatu.com, Selasa, 2 Februari 2016.
Saat ini BPBD Aceh Utara masih menunggu respon BNPB Pusat. Menurut Munawar apabila dana tersebut sudah direalisasikan, maka sarana publik tersebut akan segera direhab.
Data yang tercatat, ada beberapa lokasi yang mengalami kerusakan cukup parah, seperti di Kecamatan Samudera tanggulnya roboh akibat diterjang banjir, dan beberapa kerusakan lainnya di Kecamatan Matangkuli, Lhoksukon, Sawang dan Geureudong Pase, ujar Munawar.
Munawar mengatakan banjir terjadi di Kabupaten Aceh Utara disebabkan karena berbagai faktor. Salah satunya adalah maraknya perambahan hutan, sehingga air tidak lagi dapat terserap dengan baik dan langsung menggenangi pemukiman warga.
“Selain itu, bisa juga disebabkan karena banjir kiriman dari dataran tinggi Gayo, karena secara geografis, letak Kabupaten Aceh Utara langsung berbatasan dengan daerah bersuhu dingin tersebut,” katanya.[](bna)


