BANDA ACEH – Managing Director Commercial Funding Digital Banking and Distribution Bank BTN, Catur Budi Harto mengatakan, perkembangan dunia digital saat ini kian pesat. Hampir semua bisnis bergerak secara online dan umumnya memberikan peluang bagi pelaku kreatif.
Ini sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Selain itu, perubahan kultur sosial masyarakat, cara berinteraksi sosial, serta perubahan kebutuhan hidup menjadi alasan kuat beralihnya bisnis ke konsep digital.
Keadaan ini semakin diperkuat dengan penggunaan gadget yang telah menjadi kebutuhan penting di dalam kehidupan. Tetapi di balik semua itu, fokus dan tekun membangun usaha adalah kunci utama dalam menjalankan bisnis.
Dalam menjalankan bisnis, harus disadari kekuatan mana yang dapat digarap, sehingga menjadi fokus utama dan dapat memenangkan pasar, kata Catur dalam kuliah umum pentingnya teknologi dalam membangun bisnis di era digital di Dayan Dawood Unsyiah, Kamis, 9 Maret 2017.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal, berharap kuliah umum ini dapat memberikan inspirasi dan menumbuhkan semangat berwirausaha bagi mahasiswa Unsyiah. Terlebih lagi saat ini, pemerintah sedang menargetkan lahirnya 10.000 entrepreneur di Indonesia.
Saat ini jumlah entrepreneur di Indonesia sangat rendah bila dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN. Alasannya mungkin karena di bidang ini tantangannya sangat fluktuatif dan sulit ditebak, ujarnya.
Pada kesempatan sama turut diresmikan BTN Zone di Fakultas Teknik Unsyiah sebagai sarana bagi sivitas akademika Unsyiah dalam bertransaksi perbankan, sekaligus menjadi wadah entrepreneur yang ingin berbisnis e-commerce. Ke depan, BTN berencana menghadirkan Rumah Kreatif BTN untuk mendorong produk lokal dan hasil karya mahasiswa agar dapat masuk ke bisnis e-commerce.[]



