MEDAN– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Fuel Terminal Medan, menggelar sosialisasi pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan keselamatan di sekitar jalur pipa Bahan Bakar Minyak (BBM). Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Kamis, 5 Februari 2026.

Kegiatan serupa juga digelar di Aula Kantor Lurah Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (3/2), sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat pengamanan infrastruktur energi strategis.

Sosialisasi itu dihadiri Camat Medan Belawan, Lurah Belawan Bahari, Lurah Bagan Deli, Lurah Pekan Labuhan, para Kepala Lingkungan, serta masyarakat sekitar. Juga hadir unsur aparat keamanan dan instansi terkait, di antaranya Polsek Medan Belawan, Koramil 09 Belawan, Pos TNI AL (Posal) Belawan, Polres Pelabuhan Belawan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Belawan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, Kamis, mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap potensi risiko di sekitar jalur pipa BBM, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga infrastruktur strategis negara sebagai bagian dari sistem pengamanan Objek Vital Nasional. Upaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional.

“Pengamanan objek vital nasional memerlukan peran aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Ini tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan dan aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan masyarakat memahami potensi risiko di sekitar jalur pipa BBM sekaligus mengetahui langkah yang perlu dilakukan apabila menemukan indikasi gangguan maupun kondisi darurat,” kata Fahrougi.

Fahrougi menambahkan, keterbukaan informasi dan jalur komunikasi yang cepat menjadi kunci dalam menjaga keandalan distribusi energi. Pihaknya mendorong masyarakat untuk tidak ragu melapor melalui saluran resmi yang telah disediakan. Sinergi antara Pertamina, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga keselamatan lingkungan serta keberlanjutan penyaluran energi bagi masyarakat luas.

Menurut Fahrougi, pengamanan jalur pipa dan objek vital nasional merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan energi di wilayah Sumatera Bagian Utara. Keandalan distribusi energi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur, juuga perlu dukungan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Fuel Terminal Medan merupakan salah satu simpul distribusi energi strategis di wilayah Sumbagut. Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat langkah preventif melalui sosialisasi kepada masyarakat, patroli pengamanan terpadu bersama aparat, serta peningkatan koordinasi lintas sektor. Upaya ini dilakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan berkelanjutan,” ujar Fahrougi.

Lanjut Fahrougi, melalui rangkaian sosialisasi di wilayah Pekan Labuhan dan Medan Belawan ini, Pertamina Patra Niaga berharap terwujud lingkungan yang aman serta terjaganya keandalan distribusi energi nasional secara berkelanjutan.

Pjs Fuel Terminal Manager Medan, Ricky Haryanto, menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Fuel Terminal Medan merupakan unit operasi vital yang berperan dalam mendukung distribusi energi bagi wilayah Sumatera Utara dan sebagian Aceh.

“Keberadaan objek vital nasional ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Dukungan masyarakat sekitar sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan jalur pipa, agar distribusi energi tetap lancar serta keselamatan lingkungan bersama dapat terjaga,” ujar Ricky.

Dalam paparan materi sosialisasi tersebut disampaikan bahwa jalur pipa distribusi BBM melintasi sejumlah kawasan padat penduduk, antara lain Kelurahan Bagan Deli, Kelurahan Belawan Bahari, dan Kelurahan Pekan Labuhan. Gangguan terhadap jalur pipa, baik akibat kebakaran, sabotase, maupun aktivitas ilegal seperti pencurian BBM, tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi energi serta membahayakan keselamatan masyarakat.[]