MEULABOH – Pertemuan masyarakat dua desa dalam Kecamatan Woyla Barat, dengan PT Prima Agro Aceh Lestari (PAAL) dan pihak legislatif serta eksekutif di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Selasa, 29 September 2020, berlangsung panas.

Pertemuan masyarakat dengan PT PAAL membahas terkait saling klaim lahan, di Desa Blang Luah dan Napai, Kecamatan Woyla Barat. Pertemuan tersebut ingin mencari solusi permasalahan itu.

Amatan wartawan, pertemuan difasilitasi pihak legislatif, mulanya berjalan normal. Namun kedua belah pihak kemudian saling mempertahankan klaim, sehingga suasana menjadi tegang.

Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Haji Kamaruddin, yang memimpin pertemuan, mengajukan pertanyaan kepada pihak perusahaan. Entah tak puas dengan jawaban, ia pun mulai bicara dengan nada tinggi.

Untuk menenangkan suasana, pertemuan sempat diambil alih oleh Ketua DPRK Aceh Barat, Samsi Barmi. Beberapa saat kemudian, rapat kembali dipimpin Haji Kamaruddin. Tiba-tiba suasana berubah lagi, seorang warga spontan meninju meja di depannya saat pimpinan rapat ingin mengambil keputusan.

Setelah sempat memanas selama beberapa saat, Ketua DPRK mengajak masyarakat agar bersikap tenang supaya tidak menimbulkan masalah baru dalam penyelesaian persoalan lahan. 

“Semuanya harap tenang, kita di sini ingin mencari solusi, maka gunakan kepala dingin agar tidak menimbulkan masalah baru dalam menyelesaikan persoalan,” ujar Samsi Barmi.

Dampak memanasnya pertemuan itu, selembar kaca alas meja DPRK Aceh Barat, hancur. Hal itu diduga akibat terkena benturan.[](Azhar Sigege)