BANDA ACEH – Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 10 yang pertumbuhan ekonominya positif pada kuartal pertama 2021. Sedangkan pertumbuhan ekonomi 24 provinsi termasuk Aceh pada periode yang sama masih negatif.
Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia, dikutip portalsatu.com/ dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 18 Mei 2021.
Jokowi menyebutkan 10 provinsi yang pertumbuhan ekonominya positif pada kuartal pertama 2021 yakni Riau (positif 0,41 persen), Papua (positif 14,28 persen), Sulawesi Tengah (positif 6,26 persen), Yogyakarta (positif 6,14 persen), Sulawesi Utara (positif 1,87 persen), Sulawesi Tenggara (positif 0,06 persen), NTT (positif 0,12 persen), Papua Barat (positif 1,47 persen), Bangka Belitung (positif 0,97 persen) dan Maluku Utara (positif 13,45 persen).
“Yang lain masih negatif semuanya,” ungkap Jokowi. “Artinya, yang 24 (provinsi) masih negatif semuanya,” tegasnya.
Aceh merupakan salah satu dari 24 provinsi yang pertumbuhan ekonominya masih negatif pada kuartal pertama 2021. Pertumbuhan ekonomi Aceh minus 1,95 persen.
Menurut Jokowi, pertumbuhan ekonomi secara nasional pada kuartal pertama (Januari, Februari, Maret) 2021 masih minus 0,74 persen. Angka ini didapat dari agregat kumpulan pertumbuhan ekonomi dari semua provinsi, kabupaten, dan kota.
“Jadi seluruh gubernur, bupati dan wali kota memiliki tanggung jawab yang sama dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kita,” ujar Jokowi.
Jokowi menyatakan target pertumbuhan ekonomi nasional kuartal kedua 2021 ini harus di atas 7 persen. “Bayangkan, dari minus 0,74 persen (pada kuartal pertama), saya minta di atas 7 persen (di kuartal kedua). Tapi indikasi ke arah sana ada, tergantung kerja keras kita bersama,” ucapnya.
Laporan diterima Jokowi, selama Idulfitri 2021, peredaran uang kartal mencapai Rp154,5 triliun. Dibanding Idulfitri 2020, terjadi kenaikan 41 persen. “Ini positif, ini menambah optimisme kita,” kata Jokowi.
“Dan kita harus bekerja keras, optimis, agar di kuartal kedua target kita kurang lebih di atas 7 persen tadi bisa kita peroleh. Semua provinsi kita harapkan sudah positif di kuartal kedua ini,” tegas kepala negara.[](nsy)





