Rabu, Juli 24, 2024

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....

Puluhan Siswa MTs Swasta...

SIGLI - Diduga keracunan, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Syik Dayah...
BerandaPertumbuhan Ekonomi Indonesia...

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diperkirakan Menurun

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) dalam Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2020 memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami penurunan, karena masih berlanjutnya kontraksi perekinomian global.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko menjelaskan, untuk menghadapi hal tersebut BI menempuh respons bauran kebijakan untuk memitigasi resiko dampak Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) terhadap perekonomian, serta bersinergi  mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan secara terkoordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta pemulihan ekonomi nasional.

“Kontraksi perekonomian global berlanjut, sementara ketidakpastian pasar keuangan global menurun seiring penyebaran Covid-19 yang melandai. Pembatasan aktivitas ekonomi sebagai langkah penanganan Covid-19 beresiko menurunkan pertumbuhan ekonomi global 2020 lebih besar dari prakiraan awal,” jelasnya.

Namun, kata Onny, kontraksi volume perdagangan dunia dan penurunan harga komoditas tidak sedalam prakiraan sebelumnya. Respons kebijakan dan relaksasi pembatasan kegiatan ekonomi mulai mendorong kegiatan ekonomi di beberapa negara. Seiring dengan itu, risiko ketidakpastian global menurun, dan mendorong aliran modal ke negara berkembang serta mengurangi tekanan nilai tukarnya, termasuk Indonesia.

Onny menambahkan, pada triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan menurun meskipun tekanan mulai berkurang. Ekspor menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dengan dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Meski demikian, BI memperkirakan proses pemulihan ekonomi mulai menguat pada triwulan III 2020 sejalan relaksasi PSBB sejak pertengahan Juni 2020 serta stimulus kebijakan yang ditempuh. Perkembangan tersebut disertai dengan ketahanan eksternal perekonomian yang tetap baik, inflasi yang rendah, serta stabilitas sistem keuangan dan kelancaran sistem pembayaran yang tetap terjaga. Namun, risiko pandemi Covid-19 tetap perlu terus dicermati. [rilis]

Baca juga: