LHOKSEUMAWE – Zakaria Saman alias Apa Karya mengandalkan “Perut Kenyang” sebagai program utama jika terpilih menjadi Gubernur Aceh. Menurutnya jika perut masyarakat kenyang baru program lainnya bisa dilaksanakan. Jika tidak begitu, Apa Karya menilai tetap saja Aceh tidak akan aman, nyaman dan maju.

“Yang perle ta pike pruet rakyat beu troe. Menye ka troe, nyan mandum ka jalan entek. Cara jih dengen ta upayakan sektor pertanian ta peumaju sebab rakyat Aceh le yang petani. Nyan yang perle dile, leh nyan baroe pendidikan, kesehatan dan infrastruktur,” kata Apa Karya saat bersilaturrahmi dengan para wartawan di Lhokseumawe, Selasa, 7 Februari 2017.

Menurut Apa, jangan pernah menjanjikan program luar biasa jika pertanian yang merupakan kebutuhan utama diabaikan. Kalau pertanian di Aceh maju, kegiatan ekspor dan impor lancar akan membuat perdagangan tumbuh pesat. Maka, rakyat akan senang dan perut pun kenyang, negara pun menjadi makmur.

“Han aman nanggroe meunyo rakyat deuk (tidak akan aman negeri kalau rakyatnya lapar). Sekitar 80 persen masyarakat Aceh  bergantung di sektor pertanian. Kalau pertanian tidak jelas mau makan apa apalagi penghasilan rakyat dari bertani. Anak-anak tidak bisa sekolah karena perutnya lapar dan uang tidak ada,” kata mantan Menteri Pertahanan GAM itu.

Sebelum bersilaturahmi dengan wartawan, Apa Karya juga saweu (blusukan) Pasar Inpres Kota Lhokseumawe. Hal ini dilakukannya di sela-sela menjelang kampanye akbar mereka di Lapangan Landeng, Lhoksukon, Aceh Utara.

“Kami hari ini bersilaturahmi dengan pedagang-pedagang. Alhamdulillah, mereka menyambut dengan baik dan antusias. Saya optimis menang dalam pilkada nanti. Jangan pilih mereka. Pilih saya saja,” kata Apa Karya tersenyum.[]