BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh bersikap independen, dan tidak memihak kepada siapa pun dalam pemilukada 2017 mendatang. Peran Panwaslih dinilai sangat vital dalam mengawasi setiap tahapan pilkada di Aceh.
Hal itu disampaikan Zaini saat pelantikan dan pengambilan sumpah Panwaslih Aceh dan Panwaslih kabupaten kota se-Aceh oleh Ketua Bawaslu RI Prof. Muhammad, di Anjong Mon Mata pada Selasa, 24 Mei 2016.
Dalam sambutannya Zaini mengatakan, pelantikan anggota Panwaslih akan memberikan harapan bagi seluruh rakyat Aceh atas berlangsungnya seluruh tahapan Pilkada secara profesional, independen, jujur dan berkualitas.
“Saya harap semua anggota Panwaslih menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya demi tegaknya demokrasi di Aceh,” kata Zaini.
Pemerintah Aceh kata Zaini, mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bawaslu RI yang melaksanakan agenda pelantikan dan pengambilan sumpah anggota Panwaslih di Aceh.
“Suatu kehormatan acara ini dilaksanakan di Aceh dan menjadi momen awal dalam melaunching pengawasan tahapan pilkada,” ujar Zaini, melalui siaran pers yang diterima redaksi.
Pada kesempatan tersebut, Zaini Abdullah berpesan kepada seluruh Panwaslih agar membangun kerjasama yang baik dengan organisasi masyarakat sipil, dan lembaga pemantau untuk mendukung kinerja lembaga Panwaslih dalam mengawasi seluruh tahapan Pilkada 2017.
Dalam melakukan pengawasan nantinya lanjut Zaini, Panwaslih harus mampu membangun komunikasi intensif dengan KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota serta instansi terkait.
Gubernur Zaini juga meminta panwaslih untuk bekerja dengan sepenuh hati, jujur dan penuh dedikasi, tanpa berpihak kepada siapa pun, guna mendorong terciptanya Pilkada yang demokratis, sekaligus dapat merawat perdamaian di Aceh.
Prof. Muhammad dalam kesempatan itu turut mengingatkan, seluruh anggota Panwaslih yang dilantik agar mengedepankan integritas dan kejujuran dalam menjalankan tugas.
Muhammad berharap, pemilu di Aceh nantinya bisa menjadi contoh teladan untuk pemilu yang demokratis.
“Saya minta anggota Panwaslih berkoordinasi dengan bupati, wali kota dan stakeholder lainya untuk kelancaran pemilu nanti,” kata Muhammad.
Muhammad mengakui, hubungan Bawaslu RI dengan Pemerintah Aceh dan DPRA selama ini berjalan sangat baik.
“Bawaslu akan terus berkomitmen untuk mewujudkan pemilu yang demokratis di Aceh,” katanya.[](ihn)





