REDELONG – Pesawat yang ditumpangi dua pejabat negara, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dr. Arie Setiadi Moerwanto, dan Plt. Gubernur Aceh, Soedarmo, dilaporkan sempat berputar-putar selama satu jam di langit Bener Meriah, Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Humas Bandara Rembele, Iwan Mulia, mengatakan, pesawat Wing Air ATR-72 yang mengangkut Dirjen Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, memasuki wilayah udara Bener Meriah sekitar pukul 09:28 setelah bertolak dari Bandara Kualanamu Medan pukul 08:35 WIB. Sementara pesawat CS NA-C208 yang ditumpangi Plt. Gubernur Aceh Soedarmo memasuki wilayah udara Bener Meriah sekitar pukul 09:42 dan kembali ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) sekitar pukul 11:21 WIB.
 
“Dua pesawat itu sempat berputar-putar untuk mencari celah mendarat, tapi hingga dua pesawat itu kembali ke bandara masing-masing (RTB) karena cuaca di Bener Meriah masih buruk,” kata Iwan Mulia kepada portalsatu.com, Senin 7 November 2016.
 
Iwan melanjutkan, penerbangan dua pesawat yang mengangkut dua pejabat negara itu juga sempat dijadwal ulang pada pukul 13:00 WIB, namun cuaca buruk masih melanda udara Bener Meriah hingga dibatalkan total.
 
Hingga sore kemarin, katanya, cuca buruk dengan intensitas hujan ringan dan kabut masih melanda Bener Meriah. jarak pandang dilaporkan bervariasi mulai 3 sampai 7 kilometer.
 
Iwan membenarkan, akibat cuaca buruk penumpukan penumpang juga terjadi di Badara Rembele.
 
“Hingga saat ini, pantauan cuaca Bandara Rembele masih dimonitoring dari BMKG Banda Aceh,” ujarnya. (Baca: Soedarmo Batal Resmikan Proyek Jalan Takengon-Blangkejeren)[]