SIGLI – Tiga warga pendatang asal Jawa Barat yang menggelar pesta minunan keras (miras) oplosan di sebuah penginapan di Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie, Selasa, 5 Juli 2022, diduga sebagai pekerja tambang emas ilegal. Salah seorang di antaranya tewas.

Ketiganya masuk ke kawasan tersebut tidak pernah melapor kepada pihak desa setempat. Sehingga tindak tanduk mereka tidak diketahui pemerintah gampong yang merupakan lokasi kejadian.

Hal itu dikatakan Keuchik Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie, Ridwan, kepada portalsatu.com/, Kamis, 7 Juli 2022. Dia sendiri baru tahu kejadian itu, Rabu (6/7) sore, sepulangnya dari Aceh Timur menghadiri acara keluarga.

“Pastinya kami tidak tahu kerja mereka di sini. Namun informasi dari orang-orang, mereka berkerja pada tambang milik Mun MBO, salah satu bos tambang ilegal. Mereka masuk tidak pernah melapor pada kami, jadi kami tidak tahu dari mana asal mereka,” kata Keuchik Ridwan.

Terkait pesta miras mereka gelar di wilayah gampong yang dipimpinnya, Ridwan mengaku sangat geram. Dia menyebut kelakuan para pelaku sudah mengcoreng nama Gampong Bangkeh.

“Kami sesali kelakuan mereka yang sudah membuat nama gampong kami tercoreng. Ini tidak bisa kami tolerir. Kalau memang mencari rezeki di tempat kami, tidak pernah kami usik. Tapi, kalau sudah melakukan hal yang dilarang agama, kami tidak akan tidak tinggal diam,” tegas Ridwan.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga asal Jawa Barat berinisial IK (29), tewas. Sementara dua temannya, Sidik (19), dan Dede Muslih (22), juga pendatang dari Jawa Barat, kritis setelah diduga menenggak minuman keras oplosan, Selasa, sekira pukul 22:30 WIB, di kamar penginapan di Geumpang, Pidie.

Kapolres Pidie, AKBP Padli, melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Rizal, Rabu, 6 Juli 2022, membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban meninggal setelah minum miras oplosan bersama dua rekannya di penginapan Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie.

“IK diduga tewas setelah pesta minuman keras oplosan bersama dua rekannya di sebuah penginapan Gampong Bangkeh Geumpang. IK menghembus nafas terakhir saat dalam perawatan di Puskesmas Geumpang, Rabu, sekira puku 08:30 WIB. Sementara dua rekannya terpaksa dirujuk ke RSU Tgk Chik Ditiro, Sigli,” kata Kasat Reskrim.[](Zamah Sari)