LHOKSEUMAWE – Tiga tokoh dipastikan akan maju sebagai bakal calon Gubernur Aceh melalui jalur independen (perseorangan) pada Pilkada 2017. Tiga cagub independen ialah Zaini Abdullah, Zakaria Saman (Apa Karya), dan Abdullah Puteh.

Lantas, bagaimana peta dukungan tiga cagub Aceh jalur independen itu?

Berikut analisis Sosiolog Politik Universitas Malikussaleh (Unimal) Dr. Nirzalin dalam diskusi diselenggarakan Aspikom dan Unimal di Lhokseumawe, Sabtu, 3 September 2016:

Zaini Abdullah

Menurut Nirzalin, pemilih Zaini Abdullah tersebar di kabupaten/kota. Namun, kata dia, Zaini muncul akibat “prestasi” sang wakil, Nasaruddin yang memungkinkan mendulang suara dominan dari warga etnik Gayo dan Alas.

“Potensi suara (Zaini-Nasaruddin) dominan ada di Pidie, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Singkil dan Subulussalam,” ujar Nirzalin.

Nirzalin menyebutkan, sebagai petahana pastinya Zaini selalu mendapatkan “promosi gratis” setiap hari dan logistinya pun kuat.

Apa Karya

Menurut Nirzalin, pendukung Zakaria Saman (Apa Karya) juga tersebar di kabupaten/kota. Namun, kata dia, pemilihnya relatif dominan dari kalangan eks-GAM yang kecewa dengan kelompok dominan (elite PA).

“Kharisma terbatas di kalangan eks-kombatan sebagai mantan Menteri Pertahanan GAM. Potensi suara relatif dominan di kampung halamannya, dan juga logistiknya lemah,” ujar Nirzalin.

Abdullah Puteh

Nirzalin menilai pemilih Abdullah Puteh terikat secara memorial pada keberhasilannya memimpin tahun 2000 hingga 2003. Saat itu, prestasi monumental tampak pada pertumbuhan ekonomi Aceh hingga 70 persen pertahun dan juga disuguhkan dengan pembangunan Taman Ratu Safiatuddin, yang dapat disebut Taman Mininya Aceh.

“Pemilih (Abdullah Puteh) umumnya pemilih tua dan melihat jaringannya di Pusat. Pasti logistiknya cukup,” kata Nirzalin.[]