ACEH UTARA – Petani kelapa sawit di Gampong Bukit Makarti (SP-7), Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan harga tandan buah segar (TBS) hanya Rp650 – Rp700 perkilogram.
“Sudah tiga bulan ini harga sawit di tingkat tengkulak mengalami penurunan dari harga sebelumnya Rp1000 menjadi Rp650 sampai Rp700 perkilogram,” kata T. Samsul Rizal, petani sawit di Gampong Bukit Makarti kepada portalsatu.com/, Senin, 17 Desember 2018.
“Biasanya saat panen sawit saya menjualnya ke tengkulak atau toke sawit di kawasan Cot Matahe (simpang line pipa), Kecamatan Blang Mangat (Lhokseumawe). Sekali panen hanya sekitar 1,5 ton dari luas lahan dua hektare. Dengan kondisi harga rendah seperti ini tentu banyak ruginya,” ungkap Samsul.
Menurut Samsul, rendahnya harga TBS saat ini membuat petani tidak mampu menutupi biaya pemupukan hingga pemeliharaan kebun sawit. Oleh sebab tiu, Samsul berharap pemerintah mencarikan solusi agar petani sawit tidak terus merasa rugi.
“Para petani juga membutuhkan kesejahteraan. Maka kita harapkan pemerintah menstabilkan harga sawit, minimal Rp1.200 perkilogram,” ujarnya.
“Kalau dengan harga sawit Rp700 perkilogram, bagaimana petani bisa memanfaatkan kebun sawit dengan baik. Perawatan, pemupukan, membayar upah pekerja dan sebagainya, itu butuh biaya besar. Kami hanya bisa berharap kepada pemerintah supaya benar-benar memerhatikan nasib petani,” kata Samsul.[]


