SIGLI – Sejumlah petani di Kabupaten Pidie mengeluhkan murahnya harga gabah yang ditetapkan oleh Bulog. Petani menilai Pemerintah Pusat tidak memihak pada petani dan tidak berupaya menyejahterakan petani yang setiap tahun rugi karena harga gabah yang ditetapkan pemerintah sangat rendah.

“Ketetapan pemerintah Rp3.700 per kilogramnya, kami nilai hanya untuk menyengsarakan nasib petani,” kata Ismail, salah seorang petani di Pidie,  Rabu, 30 Maret 2016.

Dia menambahkan, jika harga itu menjadi patokan, nasib petani daerah yang selama tiga bulan menggarap sawah dengan mengeluarkan modal sangat tinggi, ketika panen, mereka rugi karena harga sangat rendah. “Nye lagèe nyoe, kamoe rugoe, ‘tulak tông tinggai t'è(Kalau begini, kami rugi},” kata Ismail didampingi Salamuddin, petani lainnya.

Muhammad, seorang pemilik kilang padi di Simpang Tiga, Pidie, kepada portalsatu.com, mengaku, pihaknya harus membeli murah karena tidak sanggup menampung banyak padi, karena pasaran Medan pun turun akibat harga Bulog murah. “Jika kami tumpuk banyak, kami juga akan rugi, kalau harga turun,” katanya yang mengaku menampung Rp4.600 per kilogramnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian, Peternakan Kabupaten Pidie, Ainal Madhiah, Rabu, 30 Maret 2016 kepada portalsatu.com mengaku ketetapan pemerintah tentang harga gabah adalah Rp3.700 per kilogramnya.

“Ya memang, harga ketetapan Pemerintah Pusat melalui Bulog sebesar Rp3.700 per kilogramnya. Harga ini jauh dari harga tampung pengusaha Medan, Sumatera Utara. Ini membuat petani kita kewalahan dan rugi,” kata Ainal.

Menurut dia, harga ketetapan pemerintah berbeda jauh dengan harga beli agen swasta lainnya, baik lokal maupun Medan. Mereka berani beli Rp4.800 per kilogramnya. “Jika dibandingkan ketetapan harga pemerintah dengan pengeluaran modal para petani, maka petani merasa dirugikan.”

“Saya pernah meninjau sejumlah kilang padi, ada toke berani beli Rp4.800 per kilogram gabah. Ketika saya tanya, toke itu bilang berani beli karena Medan lebih mahal dari pemerintah. Dia juga bilang jangan salah pihaknya jika padi banyak dijual ke Medan, karena pihaknya tidak mau rugi,” kata Ainal.[](ihn/*sar)