SIGLI – Sejumlah anggota kelompok tani di Kabupaten Pidie mempertanyakan bantuan pupuk phonska (NPK) dari pemerintah kepada petani yang hingga kini belum mereka terima. Padahal kebutuhan pupuk untuk tanaman padi sudah sangat mendesak.

Salah seorang petani di Gampong Labui, Kecamatan Pidie, M. Yatim, mengatakan pihaknya baru menerima bantuan pupuk urea dari Dinas Pertanian. Padahal dalam program bantuan juga ada pupuk phonska, tapi hingga kini belum disalurkan.

“Pupuk urea sudah kami terima awal Desember 2015 lalu, sedangkan phonska tidak ada, alasan petugas pertanian kecamatan belum ada barang di pasar, sehingga belum bisa disalurkan,” kata Yatim kepada portalsatu.com, Selasa, 5 Januari 2015.

Saat ini kata Yatim usia tanaman padi mereka sudah berumur 20 hari, dan tidak efektif lagi jika diberikan pupuk phonska.

Yatim mengaku sudah pernah menanyakan hal itu kepada petugas pertanian kecamatan terkait bantuan pupuk. Keterangan yang ia peroleh, bantuan untuk kelompok tani Optimasi Lahan (oplah) bukanlah berupa pupuk langsung, tetapi uang tunai untuk membeli pupuk.

“Apa benar informasi itu kami kurang tahu,” katanya yang juga didampingi petani lain.

Sementara petugas pertanian Kecamatan Pidie, Elly, ketika dikonfirmasi portalsatu.com mengatakan, pihaknya baru menyalurkan pupuk urea dan biaya olah lahan kepada kelompok tani. Sedangkan untuk pupuk phonska, belum dapat dipenuhi karena pupuk tidak ada pada kios pengecer resmi. “Uang sudah ada sama kita, tapi tidak tau beli di mana pupuknya, ” kata Elly sembari mengaku sudah melaporkan kondisi itu kepada atasannya.[] (ihn)