MEUREUDU – Seluas 258 hektare (Ha) lahan kering di Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) dimanfaatkan petani untuk menanam padi gogo.
Pemanfaatan lahan kering di kawasan perbukitan itu untuk menanam padi gogo merupakan inisiatif petani guna menambah pengahasilan.
Kepala Bidang (Kabid) Produksi Dinas Pertanian Peternakan Kabupaten Pijay, Rusdi, S.P., kepada wartawan, Rabu, 30 Maret 2016, mengatakan, berdasarkan hasil tes ubinan di lahan 258 hektar lahan kering yang dimanfaatkan warga menajuk padi tersebut, hasil produksinya rata-rata 2,8 ton per hektare.
“Hasil produksinya 2,8 ron per hektare, karena tanamannya alami tanpa menggunakan bahan racun kimia. Kualitas beras gogo jauh lebih baik dari padi biasa,” kata Rusdi.
Rusdi mengakui hasil itu sangat rendah jika dibandingkan masa penanaman hingga panen, petani harus menunggu enam bulan. Akan tetapi, jenis padi tersebut tidak membutuhkan saluran irigasi, cukup dengan tadah hujan saja.
Selama ini, penanaman padi gogo dilaporkan dilakukan masyarakat setempat tanpa sentuhan pemerintah. Kendala masyarakat selama ini hanya terhadap serangan burung pipit dan gangguan gajah liar yang merusak tanaman padi mereka.
Mneurut Rusdi, meski tanpa permintaan masyarakat, pemerintah melalui Dinas Pertanian akan membantu benih kepada petani agar mereka lebih bergairah menanam padi gogo.
“Ke depan, kita akan berupaya membantu bibit dan penyuluhan kepada petani agar mereka dapat mengembangkan dengan memanfaatkan lahan kering sebagai lahan berpotensi,” ujarnya.[]



