MATARAM – Dalam rangka Word Press Freedom Day Mei 2017, Partai Demokrat menggelar petisi “Stop Hoax dan Fitnah” bersama SBY dan masyarakat Lombok di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 7 Mei 2017.

Acara yang dikuti puluhan ribu massa itu berhasil meraih Museum Rekor Dunia Indonesi (MURI) dengan mengumpulkan 9.700 tanda tangan.

Gubernur Nusa Tenggara Barat DR TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, pihaknya yakin apabila ditambah waktunya sehari saja, tanda tangan bisa mencapai 20.000 lebih.

“Baru sehari sudah mencapai 9.700, bila ada sehari lagi maka bisa 20.000 lebih. Ini menandakan rakyat NTB melawan hoax dan fitnah,” kata DR TGH. M. Zainul Majdi saat berpidato Senin malam, 8 Mei 2017 di Hotel Lombok Garden, Mataram.

Penandatanganan pertama dilakukan oleh mantan Presiden Republik Indonesia ke-6 sekaligus Ketua DPP Partai Demokrat Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, lalu diikuti Ibu Ani Yudhoyono, dan Agus Harimurti Yudhoyono. Lalu diikuti oleh ribuan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Pada kesempatan itu SBY juga berpesan agar negara benar-benar bisa bebas hoax. Rakyat harus bisa memeranginya.

“Negara Indonesia adalah negara kebenaran, negara etika dan negara hukum. Bukan negara kebohongan, bukan negara fitnah, bukan negara hoax. Rakyat harus memeranginya,” kata SBY.[]