SIGLI – Pesisir Pantai Muara Tiga, Kabupaten Pidie, kembali menjadi lokasi mendaratnya lebih 100 imigran Rohingya, Ahad, 10 Desember 2023, dini hari.

Informasi keberadaan kapal pengangkut imigran yang didominasi kaum perempuan dan anak-anak tersebut sudah tersebar sejak, Sabtu (9/12), malam. Namun keberadaan kapal itu masih berjarak dua mil dari perairan Pidie.

Mereka baru mendarat, Ahad, dini hari, sekira pukul 03:00 WIB, di pantai Gampong Tuha Bihueu, Kecamatan Muara Tiga. Setelah mendarat mereka berjalan kaki menulusuri tepi pantai sejauh 3 kilometer yang akhirnya tiba ke kawasan dekat permukiman penduduk Gampong Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga.

Hal itu dikatakan Harmadi, salah seorang warga Muara Tiga, kepada portalsatu.com/, Ahad (10/12).

“Mereka tiba pukul 03:00 WIB di pantai yang jauh dari permukiman penduduk. Setelah menelusuri tepi pantai berjalan kaki sekitar 3 kilometer, mereka tiba di kawasan permukiman penduduk Gampong Blang Raya,” ungkap Harmadi.

Menurut Madi, para imigran diberikan air mineral dan makanan seadanya oleh para tokoh masyarakat. Belum ada penangan dari UNHCR dan IOM kepada mereka hingga menjelang siang hari.

Sekretaris Lembaga Panglima Laot Kabupaten Pidie, Marfian, kepada portalsatu.com/, Ahad (10/12), membenarkan 180 imigran Rohingya mendarat di Muara Tiga.

Berdasarkan laporan dari lokasi, lanjut Marfian, para pengungsi yang totalnya 180 jiwa terdiri dari 53 pria dewasa, 74 perempuan, dan 53 anak-anak.[](Zamahsari)