SIGLI – Proses pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Bupati di Pidie Rusuh. Pihak keamanan Polres Pidie kewalahan sehingga terpaksa menurunkan Satuan Brimob dan Gegana dari Polda Aceh untuk pengamanan.
Ratusan aparat keamanan dari Polisi Polres Pidie dibantu personil dan Brimob Polda Aceh terlibat bentrok dengan massa pendukung salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati saat kampanye di Kecamatan Kota Sigli.
Atraksi itu merupakan simulasi pengamanan Pilkada 2016 yang digelar Polres Pidie, Senin 10 Oktober 2016 di lapangan Alun-alun Kota Sigli Kabupaten Pidie.
Kericuhan terjadi saat salah satu Paslon menyampaikan orasi politiknya di panggung Kampaye. Tiba – tiba datang ratusan pendukung Paslon lainnya ke lokasi kampanye dan langsung menghina dan mencaci maki paslon yang sedang berkampaye.
Melihat kondisi tidak menguntungkan pihak keamanan langsung mengamankan kandidat ke dalam mobil petugas. Sedangkan dilokasi pendukung kedua belah pihak saling lempar dan saling baku hantam.
Karena kewalahan mengantisipasi aksi brutal massa, Kapolres Pidie AKBP Muhammad Ali Kadhafi berkoordinasi dengan Polda Aceh untuk meminta tambahan keamanan. Puluhan brimob dab Gegana diterjunkan ke lokasi untuk menghalaukan massa yang semakin anarkis bahkan mencoba menerobos brikade polisi.
Gas Air Mata dan water canon dilepaskan untuk menghentikan aksi massa. Situasi sesaat dapat dikendalikan. Akan tetapi karena ada provokator massa yang sebelumnya kocar – kacir kembali berkumpul melakukan unjuk rasa. petugas berhasil mendeteksi provokator, dua orang yang diduga menjadi dalang kerusuhan ditangkap polisi dan situasipun dapat dikendalikan.
Atraksi simulasi itu dilakukan sebagai persiapan pengamanan Pilkada 2017 mendatang. Pada acara itu selain Kapolres Pidie, Dandim Pidie Letkol Inf Usik Samwa Parana dan sejumlah pejabat teras Pemkab Pidie serta penyelenggara Pilkada.
Selain simulasi pengamanan Kampaye, juga dilakukan simulasi pengamanan di TPS dan KIP Pidie.[]



