BANDA ACEH – Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas pelayanan publik yang ditunjukkan pemerintah daerah di Aceh. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Penganugerahan Predikat Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2024, yang berlangsung di Anjong Mon Mata Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa,  21 Januari 2025.

Safrizal menekankan pentingnya pelayanan publik sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Ia menyatakan bahwa predikat kepatuhan yang diberikan oleh Ombudsman RI tidak hanya menjadi penghargaan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus meningkatkan mutu pelayanan.

“Pelayanan publik adalah manifestasi paling nyata dari kehadiran pemerintah dalam kehidupan masyarakat. Predikat ini bukan sekadar penghargaan, melainkan juga pengingat bahwa masih banyak ruang untuk berbenah demi kesejahteraan rakyat,” ujar Safrizal.

Safrizal menambahkan bahwa kepatuhan terhadap standar pelayanan publik bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga tanggung jawab moral dan etika sebagai pelayan masyarakat.

Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan publik yang berkualitas, termasuk pembaruan standar, pengembangan sistem digital, serta peningkatan kompetensi SDM. Kepala Perwakilan Ombudsman Aceh, Dian Rubianty, menjelaskan bahwa penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan publik dilakukan secara menyeluruh dengan supervisi lanjutan.

Hasil penilaian menunjukkan kemajuan signifikan, dengan beberapa kabupaten berhasil meningkatkan standar pelayanan mereka. Anggota Ombudsman RI, Dadan Suparjo Suharmawijaya, turut mengapresiasi capaian Provinsi Aceh, yang berhasil mencapai 100 persen zona hijau dalam penilaian kepatuhan tahun 2024.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan reformasi birokrasi guna mempertahankan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Acara ini diakhiri dengan penghargaan kepada beberapa kabupaten/kota yang berhasil meningkatkan standar pelayanan, termasuk Simeulue dan Gayo Lues, yang kini masuk ke zona hijau.[](ril)