BANDA ACEH – Ketua DPA Partai Aceh, H Muzakir Manaf dikabarkan bertemu dengan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar di Medan, Sumatera Utara, Rabu, 24 Agustus 2016 lalu. Pertemuan ini disebut-sebut sebagai diplomasi politik yang dibangun Partai Aceh menghadapi pemilihan kepala daerah 2017.
“Nye nyan na, malam baroe, kon beuklam. Mualem bertemu dengan ketua DPP PKB di Medan,” kata Juru Bicara Partai Aceh, Suaidi Sulaiman, saat dihubungi portalsatu.com, Jumat, 26 Agustus 2016.
Namun pria yang akrab disapa Adi Laweung ini tidak mengetahui pasti apa isi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Adi Laweung menilai adalah hal yang wajar ketika dua ketua partai politik bertemu.
“Kan tidak ada yang aneh ketika ketua partai saling bertemu,” ucapnya.
Dia juga belum bisa memastikan apakah PKB akan mengarahkan dukungannya kepada calon yang diusung Partai Aceh usai pertemuan tersebut. “Itu tidak tahu, kita lihat saja nanti,” katanya.
Sebelumnya, Ketua PKB Aceh, Irmawan mengeluarkan pernyataan menolak mengikuti perintah DPP untuk mendukung pasangan Irwandi-Nova. Pihak PKB Aceh tetap pada pendirian awal yakni mendukung Muzakir Manaf sebagai calon Gubernur Aceh.
Pertemuan antara Muzakir Manaf dan Ketua DPP PKB pun disangkutpautkan dengan arah dukungan PKB yang kabarnya akan berubah. Jika sampai PKB mencabut dukungannya pada Irwandi-Nova, maka pasangan calon tersebut tidak bisa maju di Pilkada 2017 mendatang karena tak dapat memenuhi syarat koalisi.
Seperti diketahui, saat ini Irwandi-Nova didukung Demokrat yang memiliki 8 kursi, PNA 3 kursi, PDA 1 kursi dan PKB 1 kursi, total 13 kursi. Jumlah ini merupakan syarat minimal seorang calon gubernur/wakil gubernur Aceh untuk bisa mendaftarkan diri ke KIP melalui jalur partai.[](bna)

