LHOKSEUMAWE – PLN Persero Wilayah Aceh menandatangani nota perjanjian kerja sama dengan Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Kamis, 9 Februari 2017. Dalam perjanjian itu, mahasiswa Unimal diberikan kesempatan magang dan mengikuti program peningkatan kompetensi lainnya di Kantor PLN Aceh.
Tak hanya magang, Unimal juga akan meneliti dan menyusun dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) untuk pembangkit listrik di Aceh, termasuk akan melakukan penyelidikan tanah gedung seluruh kantor dan pembangkit listrik di Aceh.
PLN siap memberikan bantuan yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Unimal. Kami juga mendukung program penelitian dosen untuk energi listrik, apalagi energi listrik terbarukan, kata General Manager PLN Aceh Bob Saril.
Dia menambahkan, PLN ke depan akan menggandeng Unimal untuk menciptakan formulasi merespons komplain dari pelanggan.
Sementara itu, Rektor Unimal Prof. Apridar mengatakan, kerja sama dengan pihak PLN untuk mengoptimalkan peran perguruan tinggi dalam mensinergikan antara dunia usaha, industri, instansi pendidikan dan pemerintah.
Menurut Apridar, banyak potensi yang dapat digali di PLN, terutama bagi para mahasiswa, yaitu bisa melakukan kerja praktik di instansi tersebut.
Kami akan mengoptimalkan hasil-hasil penilitian di perguruan tinggi untuk kita sinergikan dengan PLN agar mencapai suatu efisiensi yang lebih baik, kata Rektor Apridar.
Apridar menyebutkan, yang paling penting lagi adalah bagaimana penggunaan listrik di kampus dapat efesien akan melakukan audit energi yang difasilitasi oleh PLN sehingga penggunaan energi listrik di kampus lebih efektif dan efisien.
Dalam acara itu, General Manager PLN Aceh, Bob Saril bersama Rektor Unimal, Prof. Apridar menandatangani MoU dan MoA kerja sama peningkatan kualitas ke depannya. Setelahnya, Bob Saril juga menjadi pemateri dalam kuliah umum mengenai kondisi kelistrikan Aceh menuju gemilang 2020.[] (*sar)



