LHOKSEUMAWE – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe mulai menggalang bantuan dana untuk membantu etnis Rohingya yang didera konflik di Myanmar. Penggalangan dilakukan di seputaran jalan kawasan Kota Lhokseumawe dan berposko di simpang Lampu Merah, Taman Riadhah.

“Penggalangan dana dari pengguna jalan akan kita lakukan sampai dua pekan ke depan. Dana yang terkumpul nantinya akan kita salurkan ke para korban yang saat ini masih terus diburu oleh Militer Myanmar melalui lembaga resmi,” kata Ketua PMI Lhokseumawe, Junaidi Yahya, Selasa, 5 September 2017.

Junaidi juga menyampaikan, selain bantuan dari pengguna jalan, PMI Lhokseumawe juga menerima bantuan dana dari komunitas-komunitas masyarakat yang peduli terhadap penderitaan etnis Rohingya.

“Saat ini puluhan ribu etnis Rohingya masih terjebak di kawasan perbatasan dengan Banglades, mereka sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat dunia. Kepedulian  dan bantuan dari kita akan membantu meringankan beban mereka,” ujar Junaidi.

Selain itu, dia berharap peristiwa pembantaian terhadap etnis minoritas di kawasan Arakan segera berakhir. Karena menurutnya apa yang terjadi di negeri seribu pagoda saat ini sudah tergolong pembersihan etnis dan tindakan terkutuk yang tidak diterima oleh akal sehat.

“Siapa pun memiliki hak untuk hidup dan diperlakukan sebagai manusia. Pembantaian adalah perbuatan terkutuk yang harus dihapuskan dari muka bumi. Kami berharapa dunia harus segera menghentikan aksi junta militer tersebut,” katanya.[]