BANDA ACEH – Dalam rangka melarang perayaan Valentine Day, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kota Banda Aceh (PC. PMII) mengadakan seminar anti valentine, di Gedung C Balai Walikota Banda Aceh, 8 Februari 2016. Acara bertema Kasih Sayang Tidak Harus di Hari Valentine.
Ketua Panitia, Fauzan, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut hanya bisa diikuti sebanyak 120 peserta karena terkendala anggaran yang minim. Antusias kaum muda dan pelajar yang ingin mengikuti kegiatan ini terlihat banyaknya peserta yang mendaftar melalui SMS yang sebelumnya sudah ditempel brosur di berbagai tempat.
Saya berharap untuk ke depan kegiatan ini akan kita buat lebih meriah dan mendatangkang pemateri-pemateri yang handal lagi, katanya dalam seminar yang dipandu Nur Jannah, S.Si dan diikuti pelajar dan mahasiswa sebanyak 120 orang.
Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Banda Aceh Juara Begah,S.Th.I. dalam kata sambutannya, menyatakan bahwa Valentine Day tidak boleh dirayakan umat Islam umumnya dan masyarakat Banda Aceh khususnya.
Valentin Day merupakan budaya kafir dan ini termasuk misi-misi kafir untuk mengikuti mereka. Secara tegas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia mendukung penuh peraturan-peraturan Pemko Banda Aceh yang berkaitan tentang pendangkalan aqidah ataupun sejenisnya, katanya.
Pengurus MPU Kota Banda Aceh, Samsul Bahri, M.Ag, sebagai pemateri pertama mengatakan, jika pemuda Islam merayakan Valentine Day maka secara tidak langsung meraka memperbolehkan zina. Karena, katanya, sejarah Valentine Day merupakan kemenangan Kristen mengusir Islam dari Spanyol karena Islam melarang zina.
Latar belakang Valentine Day tidak sedikitpun berkaitan dengan Islam karena itu punya orang kafir. Islam membantah pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang belum ada ikatan nikah. Itu budaya kafir, katanya.
Pemateri kedua, Tgk. Muhammad Hatta, Lc, M.Ed, dari PWNU Aceh, mengatakan, tujuan Valentine Day sepintas tidak memiliki kemaslahatan, jika umat Islam merayakannya maka mengikuti budaya orang kafir.
Walikota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, SE sebagai pemateri ketigamengatakan, peran Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengatasi masuknya budaya-budaya kafir, di antaranya melaksanakan program penguatan aqidah masyarakat, memperkuat peran lembaga pendidikan mengeluarkan seruan larang perayaan Valentine Day sosialisasi dan dakwah (sekolah, khutbah Jum'at).
Merayakan ulang tahun, apalagi menggunakan lilin dan kue, merayakan Valentine Day, dan merayakan tahun baru, merupakan kebudayaan orang kafir dan tidak boleh diikuti masyarakat Islam, kata Illiza, sebagaimana siaran pers PMII Banda Aceh.
Pemateri acara tersebut adalah Hj. Illiza Sa'aduddin Djamal, SE selaku Walikota Banda Aceh, Samsul Bahri, M.Ag dari MPU Kota Banda Aceh, dan Tgk. H. Muhammad Hatta, Lc, M.Ed dari perwakilan PWNU Aceh, juga dihadiri Mabincab PC. PMII Banda Aceh Ust. Asnawi M. Amin, S.Ag.[]

