BANDA ACEH — Partai Nanggroe Aceh (PNA) melangsungkan hari jadinya yang keenam di kompleks makam Syiah Kuala Banda Aceh dengan mengangkat tema “Bersatu Menyongsong Aceh Hebat”, Senin, 4 Desember 2017.
“Kita jangan terlampau sibuk menghitung laba rugi, jangan sibuk mengurus tanda jasa, sehingga kita akan membelakangi target kita untuk mengayomi rakyat,” kata Irwansyah, anggota DPR Aceh dari PNA saat memberikan sambutan singkat.
Ia mengingatkan agar kadernya dapat merangkul semua pihak untuk kepentingan Aceh di masa depan.
Dalam kesempatan yang sama Katua Harian PNA Samsul Bahri menyebutkan, dengan berubah nama PNA dari Partai Nasional Aceh menjadi Partai Naggroe Aceh diharapkan PNA dapat lebih dicintai dan disukai oleh rakyat.
Samsul Bahri mengaku mewakili Ketua Umum PNA Irwandi Yusuf yang tidak hadir dalam milad PNA keenam tersebut.
“Saya mewakili Gubernur, hari ini saya bicara atas nama Gubernur, tapi kalau masalah proposal langsung ke pak Wagub, kalau saya bicara saja,” katanya.
Menurutnya, milad PNA hari ini bertepatan dengan milad GAM, PNA juga lahir karena MoU Helsinki. PNA kata dia bukan lawan partai lain, PNA teman partai lain. “Maka PNA tidak bisa bekerja sendiri membangun Aceh, maka mari sama-sama bersatu membangun Aceh, dengan bersama kita bisa, mari bersanding demi membangun Aceh, karena rakyat Aceh membutuhkan kita,” kata Samsul.
Amatan portalsatu.com/, ratusan warga memenuhi tenda-tenda yang sudah disediakan panitia. Panitia berseragam orange terlihat sibuk mengatur kelancaran acara milad.
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Ketua Umum DPW Golkar TM Nurlif, Ketua DPW Nasdem Aceh Zaini Djalil, sejumlah petinggi PNA, Irwansyah alias Muksalmina, Samsul Bahri, Sofyan Daod, dan ratusan kader dan simpatisan PNA, dan sejumlah undangan dari SKPA.
Panitia juga memberikan santunan anak yatim dari sembilan kecamatan di Banda Aceh sebanyak 400 orang, dan santunan tersebut diberikan secara simbolis oleh Wakil Gubernur dan petinggi PNA, Golkar dan Nasdem.[]



