LHOKSEUMAWE – Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur (TRM) Jurusan Teknik Mesin (JTM) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) menggandeng PT Ima Montaz Sejahtera dalam kegiatan dosen mengajar di kampus dalam rangka mengisi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Research and Development Manager PT Ima Montaz Sejahtera, Zahara Amelia, tampil sebagai dosen industri yang mengisi mata kuliah Technopreneurship, di Ruang Rapat JTM PNL, Jumat, 20 Mei 2022.
Kegiatan kuliah dosen industri ini telah dilaksanakan sejak 18 Maret 2022 dengan agenda pertemuan satu minggu sekali. Kegiatan Jumat kemarin merupakan pertemuan terakhir sekaligus acara penutupan.
Hadir dalam acara penutupan kuliah, kemarin, Direktur Utama PT Ima Montaz Sejahtera, H. Fathani, dan General Manager PT Ima Montaz Sejahtera, Cut Helmizar.
Fathani memberi apresiasi terhadap paparan usulan project yang disampaikan mahasiswa Prodi TRM pada sesi presentasi business plan.
Menurut Fathani, usulan yang dibuat mahasiswa sudah cukup bagus dan up-to-date dengan kondisi perkembangan zaman saat ini, yang cenderung mengarah pada penggunaan teknologi berbasis digitalisasi dan internet serta pemanfaatan media sosial bagian dari sarana promosi sebuah usaha.
Ketua JTM PNL, Hamdani, S.ST., M.T., dalam sambutannya mengatakan untuk mewujudkan Prodi TRM yang berdaya saing global dan menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan industri, maka jejaring kerja sama dengan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Tenaga Kerja (Dudika) mutlak diperlukan.
“Salah satu implementasi kegiatan tersebut adalah pembelajaran yang melibatkan praktisi dari industri. Ini juga sejalan dengan program MBKM yang digulirkan pemerintah,” ujar Hamdani.
Ketua Prodi TRM, Bukhari, S.T., MCSE.,
mengatakan program dosen dari industri mengajar di kampus merupakan salah satu program Ditjen Pendidikan Vokasi bertujuan menciptakan kondisi link and match antara lembaga pendidikan dengan dunia industri.
“Menyikapi hal tersebut, Prodi TRM JTM sejak tahun 2021 sudah melaksanakan aktivitas pembelajaran ini dengan menghadirkan dosen-dosen dari industri mitra untuk mengajar pada beberapa mata kuliah,” ujar magister lulusan salah satu universitas Belanda ini.
“Ke depannya kegiatan ini akan terus kita tingkatkan dengan cara terus menambah jumlah jam dan jumlah dosen dari industri,” ucap Bukhari.

[](ril)






