BANDA ACEH – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melakukan terobosan untuk memperkuat dan mempertajam kemitraan dengan berbagai stakeholders, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Aceh maupun luar Aceh untuk mendukung Program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek.

Terobosan itu dilakukan melalui penandatangan perjanjian kerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL) Kemendikbudristek, Rabu, 30 Juni 2021.

Penandatanganan Piagam Kerja sama tersebut dilaksanakan Direktur PNL Rizal Syahyadi dan Kepala BBPPMPV BBL Medan Drs. Rasoki Lubis, M.Pd., di sela-sela Rapat Koordinasi Kemitraan (Link and Match) BBPPMV BBL, Perguruan Tinggi Vokasi, SMK, Lembaga Kursus dan Pelatihan serta DUDI yang diselenggarakan BBPPMPV BBL Medan, di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh

Dalam rakor tersebut, Direktur PNL Rizal Syahyadi juga bertindak sebagai narasumber dengan judul materinya “Kolaborasi Pendidikan Vokasi dengan Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) dalam Menghasilkan Lulusan Berdaya Saing” yang diikuti peserta dari Manajemen BBPPMPV BBL, LMPP Aceh, Korwas Disdik Aceh, PNL, Kepala SMK, DUDI dan Lembaga Kursus dan Pelatihan.

Koordinator Humas dan Kerja Sama PNL Muhammad Hatta mengatakan tujuan perjanjian kerja sama ini dalam rangka melakukan pengembangan SDM dan riset melalui Penyelarasan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Pendidikan dan Pelatihan Widyaiswara, Staf dan Guru SMK, dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Satuan Pendidikan Vokasi.

Menurut Muhammad Hatta, kedua belah pihak memiliki hak dan kewajiban dalam perjanjian kerja sama ini. Pihak BBPPMPV BBL bersedia menyiapkan data kompetensi widyaiswara, guru, teknisi dan laboran yang akan ditingkatkan kompetensinya. Bersedia menyediakan program peningkatan widyaiswara, guru, teknisi dan laboran yang melibatkan PNL, serta berkoordinasi dengan PNL apabila terjadi hal-hal yang tidak dapat diselesaikan secara internal.

Sementara itu, PNL juga bersedia menyusun penyelarasan kurikulum diklat secara bersama; menyusun program peningkatan kompetensi widyaiswara, guru, teknisi dan laboran secara bersama; menyediakan pembimbing untuk program peningkatan kompetensi widyaiswara, guru, teknisi dan laboran; memfasilitasi penggunaan peralatan di PNL untuk program peningkatan kompetensi widyaiswara, guru, teknisi dan laboran; menerbitkan sertifikat peserta pelatihan/magang; dan bersedia menjadi instruktur tamu di BBPPMPV BBL;

“Kita berharap perjanjian kerjasama ini akan benar-benar terealisasi dalam waktu dekat dengan Pihak BBPPMPV BBL yang membawahi 11propinsi yang berada di pulau Sumatera dan Kalimantan ini, semoga kerjasama ini akan memberi manfaat bagi kedua belah pihak dalam upaya pengembangan pendidikan vokasi,” kata pria yang biasa disapa Bung Hatta ini.[](ril/*)