Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaPolisi dan Puisi

Polisi dan Puisi

Oleh: Syukri Isa Bluka Teubai

Saban hari, penulis terus mengikuti laman facebooknya itu. sampai pada sa’at untuk menuliskan tentang ia, seorang polisi yang terus berpuisi. Md Share Abd Ghani, adalah nama yang penulis tahu. Kerana begitu tercantum di akun dunia mayanya. Walau belum pernah bertatap muka dan berbicara dengannya secara langsung, namun penulis kagum pada ia yang berjiwa seni.

Berbicara tentang polisi, mungkin kita mengingat akanpada keamanan. Dan di setiap negara pasti mempunyai tukang keamanan, namun bukan persoalan itu yang mahu penulis bahas di sisni. Nakeuh, penulis tiada banyak tahu-menahu tentang bagaimana mereka secara khusus, bukan pada hal-hal yang umumnya.

Puisi, merupakan salah satu bagian daripada seni. Mereka yang melakoni itu adalah seniman, secara umumnya. Orang-orang yang berjiwa seniman akan terlihat, walau ia bekerja, baik di kantor-kantor, instansi apa sahaja. Akan tetapi, pada hal yang mendasar itu (Seni) tetap tiada bisa dilepasnya, apalagi untuk berjauhan dengan hal tersebut.

Begitu juga dengan tuan Md Share Abd Ghani, salah seorang polisi di Malaysia ini. Pada mereka-mereka yang begini, mungkin. Jarang dijumpai. Dan ini merupakan sesuatu dan patut diapresiasikan. Seandainya semua kita, siapa sahaja mahu, menyukai seni, sungguh selalu akan terlihat indah akanpada dunia ini.

Dan penulis sangat teringat pada kata-kata salah seorang seniman senior di tempat penulis lahir (Aceh), yang beberapa hari lalu. “Alhamdulillah sudah lulus dalam ujian terakhir S3 di bidangnya.” Iaitu ayahanda Sulaiman Juned.  

Ketika itu kami sedang mengikuti acara rutin bagi seluruh pecinta seni di Aceh, iaitu ‘Kota Puisi’, baca puisi keliling kota. Yang selalu ada setiap sebulan sekali. Adapun di kesempatan tersebut ia berkata “Seniman ini adalah masyarakat dunia, tak ada perbedaan di antara mereka. Apapun yang dilakukan, baik di mana sahaja mereka itu berada, tak terkecuali.”

Maka daripadanya, memang sangatlah jelas. Bahawa setiap seniman, atau pelaku seni, apapun itu, tiada dilihat dari latarbelakang mereka dan tiada bisa dipisahkan darinya. Kerana mereka terbungkus dalam satu bungkusan yang sama, bukan kelompok-kelompok, adalah semuanya masyarakat dunia.

Yangmana naluri senimannya tiada bisa ditinggali. Nakeuh, tuan Md Share Abd Ghani telah membuktikannya, dan sangat-sangat banyak akan mereka yang berjiwa seniman itu pasti akan tetap menuangkan, menghiasi hari-hari, pekerjaan dengan diselingi oleh seni itu sendiri dan menurut bidang masing-masingnya.

Teruslah berpuisi duhai kanda Md Share Abd Ghani, tetap bersemangat dalam bertugas, sehat selalau, semoga kita semua dalam rahmat dan lindungan-Nya. Amin. Berjayalah kesenian bersama para seniman. Salam seni lintas samudra, salam sukses untuk kita semua dan salam dari Aceh.        

Syukri Isa Bluka Teubai, alumnus Sekolah Hamzah Fansuri, berdomisili di Banda Aceh, Aceh.

Baca juga: