LHOKSUKON – M alias si Black, warga Gampong Lampoh U, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, diamankan ke Polres Aceh Utara, Kamis, 5 Juli 2018. Pemuda itu dimintai keterangan terkait kasus dugaan pembunuhan terhadap H. Abdullah, 70 tahun, pedagang yang ditemukan tewas dalam rukonya di Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Minggu, 1 Juli 2018.
Setelah penangkapan si Black, sekitar pukul 15.00 WIB, puluhan warga Gampong Lampoh U mendatangi Polsek Tanah Jambo Aye. Beberapa di antaranya berteriak minta polisi membebaskan si Black.
Pantauan portalsatu.com/ di lokasi itu, geuchik dan perangkat gampong melakukan koordinasi dengan Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Zulkifli Harahap, di ruang kerjanya. Kapolsek juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa si Black hanya dimintai keterangan di Polres Aceh Utara. Jika memang tidak terlibat, nantinya pasti akan dibebaskan kembali. Namun, hingga pukul 17.50 WIB, warga masih berada di lokasi itu.
Kapolsek juga meminta perangkat gampong dan perwakilan warga untuk langsung ke Polres Aceh Utara, guna menemui Kasat Reskrim Iptu Rezky Kholiddiansyah. “Silakan langsung ke Polres jumpai kasat reskrim. Nantinya beliau akan menjelaskan duduk persoalan soal si Black yang dimintai keterangannya,” ujar Iptu Zulkifli.
Ditemui portalsatu.com/ di ruang kerjanya, Iptu Rezky Kholiddiansyah mengatakan, “Malam setelah H. Abdullah ditemukan tewas, kita ke TKP, kita cek petugas jaga malam di sana. Senin pagi kita mintai keterangan lima orang, apakah mereka ada melihat orang yang lalu-lalang di lokasi atau tidak. Setelah dimintai keterangan, keesokan harinya mereka dipulangkan melalui perangkat gampong/geuchik.”
Menurut Rezky, ada satu saksi lainnya yang diperiksa berinisial H menerangkan siapa saja yang berada di lokasi malam itu. Dari keterangan itu pihaknya melakukan pengecekan siapa saja orang tersebut.
“Saksi itu mengatakan si Black berada di lokasi, makanya Black kita mintai keterangan. Pagi tadi saya perintahkan KBO Reskrim ke lokasi untuk mengecek CCTV dan tidak sengaja bertemu orang tua si Black. Jadi orang tuanya ikut ke kantor untuk mengklarifikasi keberadaan si Black saat kejadian. Si Black kita mintai keterangan bersama abang dan orangtuanya. Tidak ada pemukulan seperti isu yang berkembang di luar, lihat saja sendiri si Black baik-baik saja,” ujar Rezky.
Rezky menambahkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. “Dari hasil visum, prediksi kematian antara pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. Ada juga yang mengatakan sempat berpapasan dengan korban pukul 23.00 WIB, semuanya akan kita mintai keterangan. Terkait penyidikan lainnya kita tunggu perkembangan lebih lanjut. Apabila Black sudah dimintai keterangan dan tidak terbukti berada di lokasi, maka juga akan kita kembalikan kepada keluarga melalui perangkat gampong seperti lima warga lainnya,” katanya.
Terkait puluhan warga sempat datang ke Polsek Tanah Jambo Aye, Rezky mengimbau, “Warga jangan khawatir karena penanganan kasus pidana oleh pihak Polres Aceh Utara dilakukan secara profesional. Tidak mungkin pihak kepolisian asal tangkap apalagi pukul seperti yang diisukan. Silakan klarifikasi langsung ke nomor saya jika ada kejadian, 085370406468. Warga pun bisa memberitahukan apabila ada info terkait pembunuhan tersebut. Mungkin ada warga yang takut memberikan kesaksian, maka bisa langsung ke nomor saya. Identitas akan dirahasikan seperti pengungkapan kasus sebelumnya,” ujar Rezky.
Ditemui di ruang penyidik Polres Aceh Utara, A, 40 tahun, ibu kandung M alias si Black mengungkapkan, “M adalah anak ke empat saya. Iya, tadi diamankan polisi ke polres, saya juga di sini sekaligus mendampingi. Anak saya baik-baik saja, tidak ada dipukul, cuma sedang dimintai keterangan sama polisi. Itu saja”.
Diberitakan sebelumnya, H. Abdullah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur dalam rumah toko (ruko) miliknya di Jalan Asia, Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Minggu, 1 Juli 2018, sekitar pukul 09.30 WIB. Polisi menyebut dugaan sementara pedagang berusia 70 tahun itu menjadi korban pembunuhan.[](Baca: Ditemukan Tewas Dalam Ruko, Pedagang Ini Diduga Korban Pembunuhan)




