LHOKSEUMAWE – Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono menyebutkan, Fasdar, petugas pemadam kebakaran yang tewas saat menjalankan tugasnya, murni akibat kecelakaan.
Hal ini disampaikan Kapolres Anang saat konferensi pers di Lhokseumawe, Selasa, 26 April 2016, sekitar pukul 10.30 WIB.
Anang menjelaskan, awalnya sekitar pukul 22.11 WIB malam tadi, enam unit rumah toko (ruko) di kawasan Cot Plieng, Desa Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, terbakar.
“Sekitar pukul 22.30 WIB, tiba dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Aceh Utara pos Landeng. Beberapa menit kemudian tiba lagi mobil pemadam dari PT. Pupuk Iskandar Muda,” kata Anang.
Anang menambahkan, menjelang pukul 22.55 WIB, tiba lagi satu unit mobil pemdam kebakaran (damkar) milik Pemerintah Kota Lhokseumawe. Saat itu, kata dia, api telah menghanguskan enam ruko.
“Saat tiba di lokasi, tiba-tiba mobil damkar dari pemko ada yang menyerang, tapi tidak sampai menimbulkan suatu insiden yang parah,” ujar Anang.
Melihat kondisi itu, kata Anang, sopir damkar itu panik, sehingga mencoba balik arah. Namun, kata dia, saat itu seorang petugas damkar, Fasdar, sedang menurunkan selang pemadam.
“Sopir yang tidak tahu bahwa petugas sudah menurunkan selang tersebut langsung mencoba balik arah, mobil melaju dan selang itu tertarik yang mengakibatkan petugas (Fasdar) terjatuh. Saat terjatuh itulah Fasdar terlindas ban belakang mobil pemadam tersebut,” jelas Anang.
Anang membantah soal informasi yang menyebutkan Fasdar diduga ditarik oleh massa sehingga korban terjatuh dari mobil damkar dan terlindas. Kata Anang, berdasarkan hasil penyelidikan sementara ini belum mengarah ke hal itu.
“Untuk saat ini belum mengarah ke situ, namun tim Satuan Reskrim dibantu tim Polantas Polres Lhokseumawe terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut hingga tuntas. Hingga saat ini kita telah
memeriksa petugas di lapangan terkait awal kejadian sampai tewasnya Fasdar,” sebutnya.
Petugas damkar yang tewas itu, Fasdar, merupakan warga Cot Mamplam, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.[]




