Diberitakan sebelumnya, sepasang kekasih ‘duda dan janda’ diduga berbuat mesum digerebek warga Desa Kotalintang, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, Rabu, 24 Februari 2021, sekitar pukul 23:00 WIB. Pasangan kekasih itu diarak warga keliling kampung setelah kedapatan berduaan di dalam salah satu kios Pajak (Pasar) Pagi Kota Lintang.

Aman Julis, salah seorang warga yang tinggal di Pajak Pagi Kotalintang, Kamis, 25 Februari 2021, mengatakan pemuda setempat awalnya melihat sepasang kekasih itu masuk ke dalam salah satu kios di Pajak Pagi. Tak berselang lama, sekumpulan pemuda langsung melakukan penggerebekan.

“Setelah kedapatan berduaan di dalam salah satu kios itu, seratusan warga Kotalintang kemudian menggiring pelaku keliling kampung, barulah diserahkan kepada pihak kepolisian. Yang laki-laki babak belur dihajar massa,” kata Aman.
Menurut Aman, penangkapan muda mudi diduga berbuat mesum di kios Pajak Pagi itu sudah sering terjadi. Warga sangat marah karena orang luar menjadikan bangunan di desa itu tempat mesum.

Sejak pedagang di Pajak Pagi Kotalintang dipindahkan Pemerintah Daerah ke Pajak Terpadu Buntul Tajuk Blangkejeren, kata Aman, sudah berulang kali warga menangkap pasangan mesum. “Pemda harus menangani masalah ini supaya Pajak Pagi Kotalintang tidak lagi dijadikan tempat mesum pasangan muda mudi,” ujar Aman.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, melalui Kasubbag Humas Polres Aiptu A. Dalimunthe, mengatakan sepasang kekasih yang digerebek warga Desa Kota Lintang, Rabu tengah malam itu, sudah diamankan ke Polres Gayo Lues.

“Yang laki-laki berinisial SD (27), warga Desa Penosan, sedangkan yang perempuan SW (24), warga Desa Ketukah. Yang laki-laki mengaku duda, sedangkan yang perempuan mengaku janda yang sedang mengurus surat perceraian dengan suaminya,” kata Dalimunthe. (Baca: Berduaan Dalam Kios, ‘Duda dan Janda Digerebek Hingga Diarak Keliling Kampung)