Sabtu, Juli 13, 2024

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...
BerandaNewsPolisi Ungkap Sindikat...

Polisi Ungkap Sindikat Judi Online Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Polisi berhasil mengungkap jaringan sindikat judi online antar negara di Kota Lhokseumawe, dan berhasil menangkap dua orang tersangka dari sebuah kosan, Senin, 21 November 2017 sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman  dalam konferensi pers di Mapolres setempat, menerangkan dua tersangka berhasil diciduk di sebuah kosan di jalan Darussalam. Keduanya merupakan warga Aceh Besar berinisial HW, 22 tahun dan MA 19 tahun.

Hendri mengatakan kedua tersangka membujuk orang yang memiliki KTP untuk membuat buku tabungan. Kemudian tersangka memberikan rekening tersebut kepada jaringan bandar judi bernama Asiong di Thailand. Rekening itu selanjutnya dijadikan sebagai deposit.

“Bagi orang yang dibujuk membuat buku rekening itu diberi imbalan Rp500 ribu dan si tersangka mendapat imbalan Rp200 ribu per buku rekening. Hasil penyelidikan kita, sindikat judi yang bermarkas di Thailand ini adalah sindikat judi internasional,” kata Hendri.

Dari pengakuan tersangka diketahui aksi membuat rekening itu sudah dijalankan setahun lebih. Sementara di Lhokseumawe mereka baru menjalankan operasinya selama enam bulan. Sebelumnya para tersangka menjalankan kegiatan tersebut di Banda Aceh.

“Pengakuan keduanya sudah ribuan rekening dibuat dan diberikan ke Asiong, omset yang didapatkan tersangka Rp 100 juta lebih,” kata Hendri.

Dalam penggerebekan tersebut polisi turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain uang senilai Rp3,5 juta, 12 token BCA, 1 token Bank Mandiri, 23 buku tabungan BCA, BRI, BNI, CIMB Niaga, 3 AYAM Gold BCA, dan 1 ATM BNI.

“Kasus ini akan kita kembangkan, dan kedua tersangka dikenakan pasal 303 jo pasal 55,56 KUHPidana tentang perjudian dan sub Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayah,” kata Hendri.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak termakan bujuk rayu orang-orang tidak dikenal, yang meminta untuk membuka rekening bank dengan imbalan uang. “Bila ada orang semacam itu, sila lapor ke polisi, kita akan ambil tindakan tegas,” katanya.[]

Baca juga: