BANDA ACEH – Politisi Partai Aceh H. Muhammad Amru resmi mengisi formulis bakal calon kepala daerah untuk Kabupaten Gayo Lues dari Partai Demokrat. Sekretaris Komisi II DPR Aceh yang akrab disapa H. Amru ini mendatangi kantor DPD Partai Demokrat Aceh di Lueng Bata, Banda Aceh, Jumat, 1 April 2016, pukul 14:00 WIB.

Kedatangan H. Amru disambut langsung Tim Seleksi Kepala Daerah Iqbal Farabi, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh H.T. Ibrahim, Bendahara DPD PD Alaidin Abu Abbas, dan sejumlah pengurus Partai.

Dalam pengantarnya, H. Amru menjelaskan prihal maksudnya mendaftar, dan siap disurvei untuk mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat.

“Saya faham mekanisme yang harus saya penuhi, dan saya sangat ingin memimpin Gayo Lues bersama-sama dengan Partai demokrat,” kata H. Amru.

Ia menjelaskan, kalau dirinya merupakan kader Partai Aceh Gayo Lues, dan sesuai undang-undang bakal calon harus mencukupi kuoto untuk mendaftar.

“Saya dengar partai Demokrat membuka peluang kepada siapapun, dan hari ini saya akan penuhi persyaratan yang diperlukan untuk di survei,” kata H Amru. 

Sosok ini bernama lengkap H. Muhammad Amru. Namanya cukup dikenal oleh kalangan masyarakat Gayo Lues. Pria bermuka teduh dan ramah ini pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues selama dua periode.

Hal ini membuktikan besarnya kepercayaan rakyat terhadap sosok ini.

“Periode 2004-2009, saya merupakan Wakil Ketua DPRK dari unsur Partai Golkar. Sedangkan untuk periode 2009-2011, saya terpilih sebagai Ketua DPRK Gayo Lues, namun kemudian memilih berhenti dan menanggalkan atribut Golkar untuk bergabung dengan Partai Aceh,” ujar pria kelahiran 25 Mei 1965 ini.

Lantas apa yang membuatnya berani menanggalkan semua atribut partai sebelumnya demi bergabung dengan Partai Aceh?

“Bagi saya, perjuangan partai sebelumnya sangat berbeda dengan perjuangan Partai Aceh. Partai Aceh berjuang untuk masyarakat Aceh serta memiliki visi dan misi yang sangat jelas,” kata ayah lima anak itu dengan tegas.

Menurut Amru, demikian sosok ini biasa disapa, perjuangan Partai Aceh secara jelas tercatat di butir-butir MoU Helsinki yang kemudian dijabarkan dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA).

Walaupun partai politik nasional lebih dominan di wilayah tengah Aceh, H. Muhammad Amru mengaku tidak pesimis. Pasalnya, apa yang dilakukan dirinya saat ini adalah bagian dari mengangkat harkat dan martabat masyarakat poros tengah.

Perjuangannya dinilai akan cepat tercapai melalui Partai Aceh. “Kita menargetkan 2 dari 5 kursi DPR Aceh dari daerah pemilihan Gayo Lues dan Aceh Tenggara,” kata pria bergelar Magister Studi Pembangunan ini lagi.

Pria yang pernah menempuh pendidikan di Lemhanas tahun 2010 ini juga aktif turun ke pelosok untuk mendengarkan aspirasi serta kemauan masyarakat.

“Masyarakat ingin infrastruktur jalan dibangun hingga ke pelosok-pelosok. Ini akan memudahkan mereka membawakan hasil panen kebun mereka ke kota-kota,” kata suami Hj. Hartati ini.

Selain jalan antarkecamatan, kata H. Amru lagi, masyarakat di poros tengah juga sangat mengharapkan jalan antarkabupaten dibangun lebih baik lagi ke depan.

“Masyarakat juga ingin ekonominya bangkit. Ini aspirasi masyarakat yang saya tampung. Insya Allah akan saya bawa ke DPR Aceh jika terpilih nantinya,” ujar H. Amru.[](ihn)