JANTHO – Kapolri Jenderal Badroddin Haiti mengajak warga Lamteuba untuk beralih profesi menjadi petani dan tidak melawan hukum. “Lahan yang kosong bisa dipergunakan untuk menanam palawija, atau tanaman bermanfaat lainnya,” ujar Kapolri Jenderal Badroddin Haiti saat memusnahkan ladang ganja seluas 189,5 hektare secara simbolis di Gampong Lambada, Aceh Besar, Jumat, 1 April 2016.

Dia mengakui Aceh memiliki historis dengan ganja. Salah satunya adalah ganja menjadi bumbu dapur untuk kuliner Aceh. Namun penyalahgunaan ganja juga sangat rentan dilakukan. “Yang harus kita ketahui, ganja ini bersifat memabukkan. Kemudian yang menggunakan akan merusak jaringan saraf di otak. Terlebih sifatnya itu membuat ketagihan sehingga sangat berbahaya,” ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, pemusnahan ladang ganja ini dilakukan di tiga kabupaten yaitu Nagan Raya, Gayo Lues dan Aceh Besar. 

Pemusnahan ratusan hektar ganja ini merupakan rangkaian kegiatan Operasi Bersinar Rencong 2016 yang dilakukan jajaran Polri dan BNN. “Narkoba ini masalah yang cukup serius untuk bangsa ini,” katanya.

Kapolri menyebutkan dari total 189,5 hektar ladang ganja yang ditemukan di Aceh tersebut terdapat 765 ribu pohon dengan berat mencapai 570 ton lebih. Dia mengasumsikan jika jumlah tersebut dikonsumsi per orang seberat 5 gram saja, maka dengan total temuan di Aceh bisa dipergunakan oleh 100 juta orang lebih.

“Jadi hari ini kita menyelamatkan 100 juta lebih generasi muda kita yang biasa mengonsumsi ganja,” ujar Kapolri.

Dia mengatakan keberhasilan Operasi Bersinar Rencong 2016 tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Letak ladang ganja ini juga sulit dijangkau melalui darat sehingga menyulitkan aparat melakukan pembersihan. “Seperti kita semua ketahui, lokasinya susah diakses dan ada juga lokasi yang kemiringannya cukup terjal, dan harus menggunakan transportasi udara seperti helikopter,” katanya.

Turut hadir dalam pemusnahan ganja ini seperti Kadiv Humas Polri Anton Charlyan, Anggota DPR RI dari Komisi III Nasir Djamil, Kepala BNN Aceh Armensyah Thay, Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi, Humas Polda Aceh T Saladin, Pangdam IM Mayjen TNI L. Rudi Polandi, Kajati Aceh Tarmizi, SH, M.H, Ketua Fraksi Gerindra DPR Aceh Abdurrahman, Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Novianto, SIK, dan unsur muspika serta tokoh masyarakat Lamteuba.[](bna)

Laporan: Ramadhan